Gus Yahya Bahas Pemikiran Mbah Wahab Jelang Muktamar NU

oleh -34 Dilihat
oleh
Gus Yahya Bahas Pemikiran Mbah Wahab Jelang Muktamar NU
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf melakukan silaturahmi ke PPBU Tambakberas Jombang, Minggu (12/7/2026)
banner 468x60

JOMBANG, Garudasatunews.id – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menyambangi Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 NU. Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk membahas pemikiran KH Abdul Wahab Chasbullah atau Mbah Wahab sebagai salah satu pendiri NU dan tokoh penting yang memiliki jejak kuat dalam perjalanan organisasi.

Muktamar ke-35 NU dijadwalkan berlangsung di Pesantren Tambakberas, Jombang, pada 27–31 Agustus 2026. Penetapan Tambakberas sebagai lokasi muktamar membuat pembahasan mengenai warisan pemikiran Mbah Wahab menjadi relevan, terutama dalam melihat kembali arah perjuangan dan gerakan NU ke depan.

Mbah Wahab dikenal sebagai salah satu tokoh utama dalam pendirian NU. Pemikirannya tidak hanya berkaitan dengan persoalan keagamaan, tetapi juga menyentuh kebangsaan, kemasyarakatan, ekonomi hingga pembangunan peradaban. Dalam sejumlah kajian tentang pemikirannya, Mbah Wahab bahkan disebut memiliki gagasan yang melampaui konteks zamannya.

Keterkaitan pemikiran Mbah Wahab dengan gagasan Gus Yahya juga bukan hal baru. Dalam sebuah kajian sebelumnya, pemikiran Mbah Wahab disebut sebagai bagian penting dari gagasan mengenai perjalanan NU, termasuk bagaimana organisasi tersebut merespons perubahan zaman tanpa kehilangan akar tradisi.

Dalam konteks menjelang Muktamar ke-35, pembacaan ulang terhadap pemikiran Mbah Wahab dapat menjadi salah satu pijakan untuk melihat persoalan strategis yang dihadapi NU. Tantangannya bukan sekadar memastikan kelancaran forum lima tahunan, tetapi juga bagaimana keputusan muktamar mampu diterjemahkan menjadi arah gerak organisasi yang relevan dengan perubahan sosial.

Sejumlah agenda persiapan Muktamar ke-35 NU di Jombang juga terus dimatangkan. Mulai dari konsolidasi organisasi, akomodasi peserta, hingga kesiapan fasilitas dan layanan bagi muktamirin. Panitia lokal dan unsur NU di Jombang telah melakukan berbagai persiapan untuk menyambut ribuan peserta yang akan datang ke Tambakberas.

Dari sisi historis, Tambakberas bukan sekadar lokasi penyelenggaraan muktamar. Pesantren tersebut merupakan lingkungan yang memiliki hubungan erat dengan sejarah perjuangan Mbah Wahab. Karena itu, penyelenggaraan Muktamar ke-35 di tempat tersebut membawa konsekuensi simbolik: forum tertinggi NU akan berlangsung di ruang yang lekat dengan sejarah lahir dan berkembangnya gagasan organisasi.

Persoalan berikutnya adalah bagaimana warisan pemikiran tersebut diterjemahkan ke dalam keputusan organisasi. Spirit pembaruan, kebangsaan, kemandirian dan kemampuan membaca perubahan menjadi sejumlah aspek yang dapat diuji melalui agenda Muktamar ke-35.

Dengan demikian, kunjungan Gus Yahya ke Tambakberas tidak hanya dapat dibaca sebagai bagian dari rangkaian persiapan teknis menuju muktamar. Pembahasan mengenai pemikiran Mbah Wahab juga membuka ruang untuk menguji kembali arah perjalanan NU di tengah perubahan zaman dan tantangan organisasi yang semakin kompleks.

Muktamar ke-35 akhirnya akan menjadi ruang untuk melihat sejauh mana nilai-nilai yang diwariskan para pendiri NU, termasuk Mbah Wahab, dapat diterjemahkan menjadi keputusan dan kebijakan organisasi yang konkret.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.