KEDIRI, Garudasatunews.id – Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin menekankan peningkatan kinerja aparatur sipil negara sekaligus kewaspadaan terhadap dampak isu global, dalam apel pagi yang diikuti sejumlah organisasi perangkat daerah di Balai Kota Kediri, Senin (30/3/2026).
Dalam arahannya, Gus Qowim menuntut aparatur pemerintah tidak hanya menjaga ritme kerja pasca-Lebaran, tetapi juga meningkatkan kualitas pelayanan publik di tengah dinamika global yang dinilai berpotensi memengaruhi stabilitas daerah.
“Setelah Ramadan dan Idulfitri, kita harus menjadi pribadi yang lebih baik, termasuk dalam berkinerja melayani masyarakat,” ujarnya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh petugas yang tetap bekerja selama masa libur Lebaran, mulai dari Dinas Perhubungan, Satpol PP, Damkar, tenaga kesehatan, hingga petugas kebersihan dan layanan darurat, yang dinilai berhasil menjaga situasi kota tetap kondusif.
“Berkat kolaborasi semua pihak, situasi Lebaran di Kota Kediri berjalan aman dan terkendali,” katanya.
Namun di balik kondisi tersebut, Gus Qowim menyoroti meningkatnya tensi geopolitik global yang berpotensi berdampak pada sektor ekonomi, termasuk pasokan energi dan kebutuhan pokok di daerah.
Ia mengingatkan jajaran pemerintah daerah untuk mulai melakukan langkah antisipatif, termasuk mendorong efisiensi penggunaan sumber daya di tingkat masyarakat.
“Saya harap bisa dimulai dari hal sederhana, seperti tidak mubazir bahan bakar dan pangan,” tegasnya.
Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya literasi informasi di tengah derasnya arus berita global yang berpotensi menimbulkan kecemasan publik.
“Pastikan keabsahan informasi dan jangan menebar kecemasan,” pesannya.
Pernyataan ini sekaligus menjadi sinyal bahwa pemerintah daerah mulai menaruh perhatian serius terhadap dampak eksternal global, meski implementasi kebijakan konkret di tingkat lokal masih menjadi tantangan ke depan.
Apel tersebut turut dihadiri jajaran pejabat struktural, termasuk Pj Sekda, asisten, staf ahli, kepala OPD, camat, hingga pimpinan BUMD.
(Red-Garudasatunews)















