Gus Qowim Dorong Literasi Pasar Modal Lewat Galeri Investasi

oleh -21 Dilihat
oleh
Gus Qowim Dorong Literasi Pasar Modal Lewat Galeri Investasi
Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin atau Gus Qowim mendukung pencanangan Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia (BEI)
banner 468x60

KEDIRI, Garudasatunews.id – Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin atau Gus Qowim mendukung pencanangan Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia (BEI) disertai pembukaan 500 rekening efek dalam kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu (SEPMT) 2026. Program tersebut dinilai sebagai langkah memperkuat literasi keuangan sekaligus mendorong budaya investasi yang legal, aman, dan bertanggung jawab di Kota Kediri.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Soekarno Hatta BKPSDM Kota Kediri, Rabu (1/7/2026), diikuti aparatur sipil negara (ASN), TP PKK, organisasi wanita, serta melibatkan sejumlah pemangku kepentingan dari sektor jasa keuangan dan pasar modal.

Dalam sambutannya, Gus Qowim mengingatkan ASN agar tidak hanya bergantung pada dana pensiun, tetapi mulai menyusun perencanaan keuangan jangka panjang melalui investasi yang bijaksana.

“Jangan sampai kita hanya mengandalkan dana pensiun. Masa depan yang sejahtera tidak hanya ditentukan oleh apa yang akan diterima nanti, tetapi juga oleh keputusan yang diambil hari ini,” ujarnya.

Menurutnya, pasar modal memiliki fungsi strategis sebagai instrumen investasi masyarakat sekaligus sumber pembiayaan dunia usaha yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, meningkatkan produktivitas, dan mendukung pembangunan berkelanjutan.

Ia berharap Galeri Investasi BEI dapat dimanfaatkan sebagai pusat edukasi, konsultasi, dan pembelajaran mengenai investasi yang sesuai ketentuan perundang-undangan. Gus Qowim juga mendorong penguatan sinergi antarinstansi agar program literasi dan inklusi keuangan mampu menjangkau masyarakat secara lebih luas.

Sementara itu, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kediri, Ismirani Saputri, menyatakan pencanangan Galeri Investasi menjadi langkah strategis untuk memperkuat budaya investasi yang sehat sekaligus meningkatkan literasi masyarakat di sektor pasar modal.

Ia menjelaskan, berdasarkan data terbaru, tingkat literasi keuangan nasional telah mencapai 66,5 persen dengan tingkat inklusi keuangan sebesar 80,5 persen. Namun, literasi masyarakat pada sektor pasar modal masih berada di angka 4,1 persen, sedangkan tingkat inklusinya mencapai 5,2 persen.

Meski demikian, minat masyarakat terhadap investasi terus meningkat. Hingga Mei 2026, jumlah investor pasar modal di Indonesia tercatat mencapai 27,75 juta investor.

Khusus di Kota Kediri, hingga April 2026 jumlah Single Investor Identification (SID) mencapai 23.923 investor atau tumbuh 29,21 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Nilai transaksi pasar modal masyarakat Kota Kediri juga mencapai sekitar Rp1,5 triliun atau meningkat 116,67 persen secara tahunan.

“Pertumbuhan jumlah investor menjadi modal penting dalam membangun budaya investasi yang sehat. Namun peningkatan tersebut harus diimbangi dengan kegiatan literasi yang berkelanjutan,” kata Ismirani.

Kegiatan edukasi tersebut menghadirkan narasumber dari OJK, Bursa Efek Indonesia, serta Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi Indonesia. Turut hadir sejumlah pejabat OJK, Pemerintah Kota Kediri, BEI, BNI Sekuritas, dan tamu undangan lainnya.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.