Gus Ipul: Siswa Sekolah Rakyat Harus Dikawal Hingga Lulus

oleh -22 Dilihat
oleh
Gus-Ipul-Siswa-Sekolah-Rakyat-Harus-Dikawal-Hingga-Lulus
Mensos Gus Ipul: Setiap Siswa Sekolah Rakyat Berharga
banner 468x60

SRAGEN, Garudasatunews.id – Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan setiap siswa Sekolah Rakyat merupakan aset bangsa yang harus mendapatkan pendampingan pendidikan secara maksimal sesuai potensi dan bakat masing-masing. Penegasan itu disampaikan saat membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 di Sekolah Rakyat permanen Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Selasa (14/7/2026).

Di hadapan para siswa, orang tua, serta tenaga pendidik, Gus Ipul menyatakan setiap peserta didik memiliki keunikan, kecerdasan, dan talenta yang berbeda sehingga proses pembelajaran harus dilakukan dengan pendekatan yang berorientasi pada pengembangan kemampuan individu.

“Setiap siswa Sekolah Rakyat memiliki keunikan, potensi, dan talenta yang merupakan anugerah Tuhan. Karena itu mereka harus didampingi sesuai kemampuan dan bakat yang dimiliki,” ujar Gus Ipul.

Ia meminta kepala sekolah, guru, wali asrama, serta tenaga kependidikan memberikan pendampingan secara profesional dengan mengedepankan empati dan kasih sayang. Menurutnya, keberhasilan Sekolah Rakyat tidak hanya diukur dari proses belajar mengajar, tetapi juga dari kemampuan seluruh tenaga pendidik dalam membentuk karakter dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia dari keluarga kurang mampu.

Gus Ipul juga memaparkan skema keberlanjutan pendidikan bagi lulusan Sekolah Rakyat. Siswa jenjang SD dan SMP dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya dalam sistem Sekolah Rakyat. Sementara peserta didik yang menunjukkan prestasi akademik maupun nonakademik berpeluang diarahkan melanjutkan pendidikan di Sekolah Garuda.

Untuk lulusan jenjang SMA, pemerintah menyiapkan dua jalur lanjutan, yakni melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi atau mengikuti pelatihan vokasi guna menjadi tenaga kerja terampil, termasuk untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di luar negeri melalui penguatan kompetensi dan kemampuan bahasa.

“Kami ingin lulusan Sekolah Rakyat tidak berhenti setelah SMA. Mereka harus memiliki pilihan yang jelas, baik melanjutkan kuliah maupun menjadi tenaga kerja terampil sesuai kompetensi yang dipersiapkan,” katanya.

Dukungan terhadap program tersebut juga disampaikan Bupati Sragen Sigit Pamungkas. Pemerintah Kabupaten Sragen, kata dia, tengah menyiapkan program pendampingan khusus bagi lulusan Sekolah Rakyat agar memiliki kesempatan lebih besar diterima di sekolah-sekolah kedinasan.

Menurut Sigit, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya memperluas akses pendidikan sekaligus membuka peluang kerja bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu melalui jalur pendidikan yang berorientasi pada kebutuhan sumber daya manusia di sektor pemerintahan.

Ia optimistis kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh unsur pendidikan akan menghasilkan lulusan Sekolah Rakyat yang mampu bersaing serta berkontribusi bagi pembangunan nasional.

Program Sekolah Rakyat menjadi salah satu upaya pemerintah memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu melalui sistem pembelajaran berasrama yang disertai pembinaan karakter dan pengembangan kompetensi. Pemerintah berharap program tersebut mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperluas kesempatan peserta didik melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.