Gus Ipul: Sistem AHWA Bikin Muktamar Lebih Sejuk

oleh -27 Dilihat
oleh
Gus Ipul Sistem AHWA Bikin Muktamar Lebih Sejuk
Acara pembubaran panitia Muktamar ke-35 NU di GSG Hasbullah Said PPBU Tambakberas Jombang, Kamis malam (10/9/2026).
banner 468x60

JOMBANG, Garudasatunews.id – Ketua Panitia Pusat Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, mengungkapkan salah satu keberhasilan penting dalam pelaksanaan Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, adalah terciptanya suasana persaingan yang lebih sejuk melalui perubahan sistem pemilihan Ketua Umum PBNU.

Pernyataan tersebut disampaikan saat seremonial pembubaran panitia Muktamar ke-35 NU yang digelar di Gedung Serbaguna KH Hasbullah Said, Tambakberas, Kamis (10/9). Menurut Gus Ipul, perubahan pola pemilihan telah menghadirkan kompetisi yang lebih elegan dan bermartabat di lingkungan organisasi.

“Hasilnya yang paling membanggakan adalah yang kalah terhormat, yang menang bermartabat,” ujar Gus Ipul di hadapan sejumlah tokoh dan pengurus NU.

Ia menilai, perubahan sistem pemilihan menjadi faktor penting yang membuat dinamika Muktamar berlangsung lebih kondusif dibandingkan pola persaingan sebelumnya. Dengan sistem yang diterapkan, proses demokrasi organisasi tetap berjalan, namun mampu meminimalkan gesekan antarkelompok.

Selain sukses penyelenggaraan, Gus Ipul menegaskan bahwa hasil-hasil Muktamar juga menjadi indikator keberhasilan forum tertinggi organisasi tersebut. Salah satu keputusan strategis yang dihasilkan adalah perubahan mekanisme pemilihan Ketua Umum PBNU melalui sistem Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA).

Sistem tersebut sebelumnya telah disepakati melalui mekanisme organisasi dan mendapatkan dukungan mayoritas peserta Muktamar. Perubahan itu dinilai memperkuat tradisi musyawarah serta peran ulama dalam menentukan arah kepemimpinan NU ke depan.

Dari sudut pandang tata kelola organisasi, penerapan sistem baru tersebut disebut mampu menciptakan keseimbangan antara proses demokrasi dan prinsip musyawarah yang menjadi tradisi NU. Hal itu sekaligus menjadi jawaban atas berbagai dinamika yang muncul menjelang maupun selama pelaksanaan Muktamar.

Gus Ipul juga menilai keberhasilan menciptakan persaingan yang lebih sejuk menjadi capaian penting yang patut dipertahankan. Menurutnya, suasana kompetisi yang sehat akan memperkuat soliditas organisasi pasca-Muktamar.

“Dengan mengubah pola atau sistem pemilihan ketua umum, persaingannya menjadi lebih sejuk. Ini yang istimewa,” katanya.

Lebih lanjut, ia berharap pola pemilihan yang telah diterapkan dalam Muktamar ke-35 NU dapat menjadi rujukan bagi proses organisasi di tingkat berikutnya. Dengan demikian, semangat menjaga persatuan dan menghormati hasil musyawarah dapat terus terpelihara di seluruh tingkatan kepengurusan.

Acara pembubaran panitia Muktamar turut dihadiri Rais Aam PBNU terpilih KH Miftachul Akhyar serta sejumlah tokoh NU. Momentum tersebut menandai berakhirnya seluruh rangkaian pelaksanaan Muktamar ke-35 NU yang sebelumnya berlangsung di Jombang.

Ke depan, hasil-hasil Muktamar diharapkan menjadi landasan bagi kepengurusan baru dalam menjalankan program organisasi sekaligus menjaga stabilitas internal jam’iyah. Sementara itu, pernyataan Gus Ipul mengenai “yang kalah terhormat, yang menang bermartabat” menjadi penegasan bahwa kompetisi dalam organisasi dapat berjalan secara sehat tanpa mengorbankan persaudaraan dan marwah kelembagaan.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.