PASURUAN, Garudasatunews.id – Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf mensosialisasikan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial Elektronik Nasional (DTSEN) kepada jajaran pemerintahan di Gedung Garuda, Bangil, Kabupaten Pasuruan, sebagai upaya memperbaiki akurasi penyaluran bantuan sosial.
Mensos menegaskan DTSEN dirancang untuk memutus praktik bantuan sosial yang diterima secara turun-temurun. Ia menyebut masih ditemukan warga yang menerima bansos hingga 11 tahun akibat lemahnya validitas data.
Menurut Saifullah Yusuf, data lama memiliki tingkat ketidakakuratan hingga 50 persen. Melalui pemetaan berbasis sistem desil, pemerintah akan mengidentifikasi kondisi ekonomi masyarakat secara lebih rinci, termasuk kelompok miskin ekstrem yang selama ini luput dari pendataan.
Dengan data terbaru, Kemensos akan meluluskan keluarga penerima manfaat yang dinilai telah mandiri secara ekonomi agar bantuan dapat dialihkan kepada warga yang lebih membutuhkan.
Pemerintah Kabupaten Pasuruan menyatakan dukungan penuh terhadap penerapan DTSEN. Wakil Bupati Pasuruan Shobih Asrori menilai akurasi data menjadi kunci efisiensi anggaran dan perencanaan pembangunan yang tepat sasaran.
Pemkab juga berkomitmen memperketat verifikasi lapangan untuk mencegah warga mampu masuk dalam daftar penerima bantuan sosial. DTSEN diharapkan menjadi dasar kebijakan penanggulangan kemiskinan yang lebih transparan dan berkeadilan.(Red-Garudasatunews)















