Guru Ponpes Seblak Wajibkan Karya Tulis

oleh -21 Dilihat
oleh
Guru Ponpes Seblak Wajibkan Karya Tulis
Peserta workshop dan FGD untuk menghidupkan program literasi terpadu di Pondok Pesantren Khoiriyah Hasyim Seblak Kecamatan Diwek
banner 468x60

JOMBANG, Garudasatunews.id – Momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 dimanfaatkan jajaran guru dan kepala sekolah MI, MTs, serta MA di Pondok Pesantren Khoiriyah Hasyim Seblak, Kecamatan Diwek, Jombang, untuk memperkuat budaya literasi melalui Workshop dan Focus Group Discussion (FGD) Program Literasi Terpadu, Rabu (6/5/2026).

Kegiatan yang digelar di Aula Lantai 2 Gedung MA Salafiyah Syafi’iyah Seblak itu menjadi bagian dari langkah yayasan dalam membangun tradisi akademik berbasis kepenulisan di lingkungan pesantren.

Workshop diprakarsai Bidang Pendidikan dan Madrasah Yayasan Pondok Pesantren Khoiriyah Hasyim Seblak dengan menghadirkan pengajar sekaligus penulis dan jurnalis kebudayaan Jombang, Donny Darmawan.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga diwajibkan praktik menulis untuk menyusun antologi esai pendidikan. Tema tulisan meliputi perjalanan karier, pengalaman mengajar, hingga pandangan kritis terhadap kondisi pendidikan terkini.

Donny Darmawan menegaskan, kemampuan menulis sejatinya dapat dilakukan seluruh guru apabila dibangun dengan pola pembelajaran sederhana dan aplikatif.

“Menulis bukan sesuatu yang sulit. Guru hanya membutuhkan pemantik dan konsep penulisan yang ringan agar lahir paradigma bahwa literasi adalah kebutuhan akademik,” ujarnya.

Ia menilai budaya menulis di lingkungan pesantren harus kembali diperkuat karena memiliki kaitan erat dengan sejarah tradisi intelektual pesantren di Indonesia.

“Pondok Pesantren Khoiriyah Hasyim Seblak memiliki jejak sejarah sebagai bagian dari penguat budaya literasi dan tradisi intelektual. Karena itu, tradisi tersebut harus terus dihidupkan,” katanya.

Direktur Bidang Pendidikan dan Madrasah, Deden Fardan Hamdani, mengungkapkan workshop tersebut merupakan lanjutan dari rangkaian Program Literasi Terpadu yang disiapkan sebagai program utama tahun ajaran 2026-2027.

Menurutnya, program itu tidak berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan diarahkan menjadi sistem pembelajaran berkelanjutan bagi guru dan santri.

“Program Literasi Terpadu ini dirancang untuk menghidupkan budaya literasi di seluruh unit pendidikan dan pesantren. Targetnya jelas, setiap semester guru dan santri wajib menghasilkan karya tulis,” tegasnya.

Ia menambahkan, kebijakan tersebut diharapkan mampu membangun tradisi berpikir kritis sekaligus memperkuat kualitas akademik di lingkungan pesantren.

Ketua Majelis Pengasuh Yayasan, Hj. Nur Laili Rahmah, menekankan pentingnya guru membuat refleksi pembelajaran secara tertulis dan sistematis sebagai bagian dari peningkatan kompetensi profesi.

Menurutnya, budaya literasi yang dijalankan secara konsisten akan menjadi fondasi penguatan kualitas pendidikan di Pondok Pesantren Khoiriyah Hasyim Seblak.

“Dengan budaya literasi yang hidup, kompetensi guru akan meningkat dan menjadi penunjang profesionalisme tenaga pendidik di lingkungan pesantren,” tandasnya.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.