Grup PHI Perkuat Penanganan Karhutla di Kalimantan

oleh -44 Dilihat
oleh
Grup PHI Perkuat Penanganan Karhutla di Kalimantan
PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) melalui anak perusahaan dan afiliasinya di Regional 3 Kalimantan mengambil langkah proaktif dalam upaya pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sekitar wilayah operasi Perusahaan di Kalimantan
banner 468x60

KALIMANTAN, Garudasatunews.id – PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) melalui anak perusahaan dan afiliasinya di Regional 3 Kalimantan memperkuat upaya pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sekitar wilayah operasional perusahaan. Langkah tersebut dilakukan melalui pengerahan tim pemadam, peralatan, pemantauan titik api, edukasi masyarakat hingga koordinasi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, relawan dan pemangku kepentingan lainnya.

Direktur Utama PHI Muharram Jaya Panguriseng mengatakan penanganan karhutla dilakukan secara terpadu dengan menempatkan keselamatan pekerja, masyarakat, fasilitas operasi serta perlindungan lingkungan sebagai prioritas.

“Upaya dan prioritas perusahaan dalam menghadapi karhutla ini semata-mata untuk memastikan perlindungan bagi pekerja, fasilitas, masyarakat, dan lingkungan,” kata Muharram.

Di lapangan, tim PHI juga terlibat langsung dalam pemadaman sejumlah titik api. Pada Kamis (20/8/2026), Tim Emergency Intervention Team (EIT) PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) bersama Damkar Samboja menangani titik api sekitar 100 meter di sebelah barat fasilitas operasi Lapangan Senipah, Peciko dan South Mahakam.

Penanganan berikutnya dilakukan PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) bersama relawan dan Dinas Kehutanan pada Jumat (21/8/2026) di wilayah Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara, sekitar area migas Nilam Field.

Tim menggunakan fire truck advancer dan vacuum truck dengan kapasitas 15 ribu hingga 24 ribu liter air untuk mengendalikan rambatan api. Langkah ini menunjukkan bahwa ancaman karhutla tidak hanya berkaitan dengan munculnya titik api, tetapi juga potensi meluasnya kebakaran di kawasan sekitar wilayah operasi.

Sementara di Kalimantan Utara, PT Pertamina EP (PEP) Bunyu turut melakukan pemadaman titik api di Jalan Lingkar Bunyu. Lokasi tersebut berada sekitar 14,1 kilometer dari area operasi perusahaan. Pemadaman dilakukan melalui kolaborasi Tim Fire PEP Bunyu dengan Tim Damkar Kalimantan Utara.

Upaya PHI tidak berhenti pada pemadaman. PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) melalui Tim Community Based Security melakukan sosialisasi dan pelibatan masyarakat terkait bahaya karhutla di Kelurahan Lawe-Lawe pada 19–23 Agustus 2026. Wilayah tersebut berjarak sekitar sembilan kilometer dari Terminal Lawe-Lawe.

Langkah preventif juga dilakukan PEP Tarakan bersama BPBD Provinsi Kalimantan Utara dan BPBD Kota Tarakan melalui sosialisasi bahaya karhutla kepada relawan penanganan bencana di Kecamatan Tarakan Timur. Edukasi tersebut diarahkan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi kebakaran.

Manager Communication Relations & CID PHI Dony Indrawan menilai tantangan penanganan karhutla tidak hanya terletak pada pemadaman, tetapi juga mencegah api kembali meluas. Kondisi cuaca panas dengan suhu siang yang mencapai 34–36 derajat Celsius meningkatkan risiko kekeringan vegetasi dan rambatan api, khususnya di kawasan bergambut.

Menurut Dony, api di kawasan gambut dapat bertahan di bawah permukaan tanah dan kembali muncul apabila proses pembasahan serta pendinginan belum dilakukan secara tuntas. Karena itu, koordinasi antara perusahaan, pemerintah, aparat keamanan, pemadam kebakaran, relawan dan masyarakat menjadi bagian penting dalam pengendalian karhutla.

PHI menyatakan kolaborasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga keselamatan masyarakat dan lingkungan serta mendukung keberlanjutan operasi hulu migas di Kalimantan.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.