Gontor Susun Renstra Abad Kedua dan Buku Kontribusi Nasional

oleh -32 Dilihat
oleh
Gontor-Susun-Renstra-Abad-Kedua-dan-Buku-Kontribusi-Nasional
Prof. Dr. K.H. Hamid Fahmy Zarkasyi saat memberikan sambutan dalam Sarasehan Profesor dan Doktor Alumni Gontor
banner 468x60

PONOROGO, Garudasatunews.id – Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) mulai menyiapkan arah pengembangan lembaga memasuki abad kedua melalui penyusunan rencana strategis (Renstra) 100 tahun ke depan dan buku bertajuk Hadiah Gontor untuk Indonesia. Langkah tersebut disampaikan dalam rangkaian peringatan 100 tahun Gontor yang digelar melalui Sarasehan Profesor dan Doktor Alumni Gontor, Sabtu (11/7/2026).

Rektor Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor, Prof. Dr. K.H. Hamid Fahmy Zarkasyi, mengatakan buku tersebut disusun sebagai dokumentasi kontribusi Gontor terhadap Indonesia di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, keagamaan, pemerintahan, dunia usaha hingga pengabdian masyarakat.

Menurutnya, publikasi itu juga akan mengulas sistem pendidikan Pondok Modern Gontor yang selama ini diterapkan dan dinilai menjadi salah satu model pengembangan pesantren di Indonesia.

“Dalam rangka 100 tahun ini, kita sedang menyusun buku yang berjudul Hadiah Gontor untuk Indonesia. Buku ini akan menulis berbagai langkah perjuangan Gontor, baik dari sisi keagamaan, pemerintahan, pengusaha maupun penggerak masyarakat, termasuk sistem Pondok Modern Gontor,” ujar Hamid.

Selain mendokumentasikan perjalanan lembaga, Gontor juga menetapkan penyusunan Renstra sebagai pijakan memasuki abad kedua. Hamid menyebut pembahasan tersebut telah menjadi keputusan dalam sidang Badan Wakaf dan akan menjadi pedoman pengembangan lembaga dalam jangka panjang.

Ia menegaskan, fokus pengembangan tidak hanya pada penguatan kelembagaan pesantren, tetapi juga konsolidasi potensi alumni yang tersebar di berbagai profesi agar berkontribusi bagi pembangunan masyarakat.

“Kita harus membuat sebuah renstra untuk 100 tahun kedua. Apa yang diidamkan oleh Gontor dan seperti apa Gontor pada 100 tahun berikutnya,” katanya.

Hamid menjelaskan, jaringan alumni menjadi salah satu aset utama Gontor. Selain Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM), saat ini berkembang berbagai komunitas alumni berbasis profesi, seperti Forum Bisnis Alumni, Ikatan Doktor Alumni Gontor (IDAGo), komunitas kiai, hingga advokat.

Menurutnya, seluruh komunitas tersebut diharapkan tetap membawa nilai dan identitas Gontor dalam menjalankan pengabdian di tengah masyarakat.

“Komunitas ini harus menjadi satu kesatuan membangun peradaban di Indonesia. Yang menjadi guru besar, dosen, penggerak masyarakat maupun yang lain tetap membawa identitas Gontor,” ujarnya.

Hamid menilai kuatnya ikatan alumni menjadi karakter yang membedakan Gontor dengan sejumlah pesantren lainnya. Ikatan tersebut, kata dia, tumbuh dari sistem pendidikan dan nilai ukhuwah Islamiyah yang dibangun selama proses pendidikan di lingkungan pondok.

Sementara itu, Presiden UNIDA Gontor K.H. Hasan Abdullah Sahal menyampaikan bahwa kekuatan Gontor tidak hanya terletak pada sistem pendidikan yang terdokumentasi, tetapi juga pada nilai, tradisi, dan budaya yang dijalankan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.

Ia mengungkapkan, tidak sedikit alumni yang menyatakan keinginan mendirikan pondok dengan konsep seperti Gontor. Namun, menurutnya, sebagian besar belum mampu menjelaskan secara utuh unsur yang menjadi kekuatan utama lembaga tersebut.

“Di Gontor ini lebih banyak yang tidak ditulis daripada yang ditulis. Di pondok kita ini lebih banyak yang tidak diucapkan daripada yang diucapkan. Inilah uniknya Gontor,” tutur Hasan.

Selain penyusunan buku Hadiah Gontor untuk Indonesia, Gontor juga tengah menyiapkan sekitar 100 buku akademik yang membahas berbagai sistem yang diterapkan di Pondok Modern Darussalam Gontor, mulai dari sistem pengasuhan, pembelajaran bahasa, kepemimpinan, pengelolaan wakaf hingga pembentukan karakter melalui konsep Panca Jiwa.

Hamid berharap dokumentasi tersebut dapat menjadi referensi akademik sekaligus membuka ruang kajian terhadap sistem pendidikan Gontor bagi kalangan peneliti, akademisi maupun masyarakat luas.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.