GMNI Tolak Kampus Jadi Proyek MBG

oleh -39 Dilihat
oleh
GMNI Tolak Kampus Jadi Proyek MBG
Ketua Dewan Pimpinan Cabang GMNI Jember Abdul Aziz Al Fazri.
banner 468x60

JEMBER, Garudasatunews.id – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jember menolak rencana pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) oleh Universitas Jember (Unej) di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Penolakan itu muncul karena kampus dinilai berpotensi kehilangan independensi akademik jika terlibat langsung dalam proyek pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ketua Dewan Pimpinan Cabang GMNI Jember, Abdul Aziz Al Fazri, menegaskan pembangunan SPPG di lingkungan perguruan tinggi tidak memiliki relevansi langsung dengan kepentingan akademik, pengembangan riset, maupun penguatan keilmuan kampus.

“Kami menolak pembangunan SPPG di Universitas Jember karena tidak memiliki keterkaitan langsung dengan kepentingan akademik, pengembangan riset, dan penguatan keilmuan perguruan tinggi,” kata Aziz, Selasa (19/5/2026).

Menurut GMNI, perguruan tinggi seharusnya tetap berdiri sebagai ruang ilmiah yang independen dan tidak direduksi menjadi pelaksana proyek negara di luar mandat Tridharma Perguruan Tinggi. Organisasi mahasiswa tersebut menilai keterlibatan kampus dalam pembangunan SPPG berpotensi menggeser fungsi utama perguruan tinggi sebagai pusat kajian kritis dan pengawasan kebijakan publik.

GMNI juga mendesak pemerintah pusat dan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk tidak menjadikan kampus sebagai objek ekspansi program MBG. Mahasiswa meminta Unej lebih mengedepankan fungsi akademik melalui kajian, evaluasi ilmiah, dan pengawasan berbasis data terhadap implementasi program tersebut.

“Independensi perguruan tinggi adalah syarat mutlak agar kampus tetap menjadi ruang kritis, otonom, dan berorientasi pada kemajuan ilmu pengetahuan serta kepentingan publik jangka panjang,” ujar Aziz.

GMNI menyerukan seluruh civitas akademika Universitas Jember untuk mengawal proses pengambilan keputusan terkait wacana pembangunan SPPG secara kritis, objektif, dan konstruktif demi menjaga independensi kampus.

Sementara itu, Wakil Rektor IV Universitas Jember, Bambang Kuswandi, menyebut penolakan dari GMNI menjadi bagian dari masukan bagi rektorat yang masih melakukan kajian terhadap rencana pembangunan SPPG di lingkungan kampus.

“Begitu nanti Unej menerima atau menolak, tentu sudah melalui kajian yang komprehensif,” kata Bambang.

Ia memastikan Universitas Jember tetap mengedepankan Tridharma Perguruan Tinggi dalam setiap kebijakan yang diambil. Menurutnya, pelaksanaan program MBG tidak boleh mengganggu aktivitas akademik yang telah berjalan di lingkungan kampus.

“Intinya ketika ini terlaksana, kami ingin program Tridharma Pendidikan Tinggi yang sudah berjalan tidak terganggu oleh MBG,” ujarnya.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.