Gladi Kelud Uji Respons Darurat Lintas Sektor

oleh -29 Dilihat
oleh
Gladi Kelud Uji Respons Darurat Lintas Sektor
Ketika status tanggap darurat ditetapkan oleh kepala daerah, waktu menjadi musuh utama. Setiap keputusan, harus diambil dengan cepat, terkoordinasi, dan tepat sasaran dalam penanganan bencana.
banner 468x60

MALANG, Garudasatunews.id – Pemerintah Kabupaten Malang menggelar Gladi Lapang atau Field Training Exercise (FTX) sebagai uji kesiapsiagaan menghadapi skenario erupsi Gunung Kelud. Simulasi tersebut menjadi tahap akhir untuk menguji efektivitas dokumen rencana penanggulangan bencana, koordinasi lintas sektor, hingga kemampuan personel dalam merespons kondisi darurat secara cepat dan terintegrasi. (08/07/26)

Pelaksanaan FTX berlangsung di Selorejo Camping Ground, Desa Banturejo, Kecamatan Ngantang, pada 7-8 Juli 2026. Kegiatan ini diselenggarakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang dengan melibatkan unsur pemerintah, TNI-Polri, BPBD dari sejumlah daerah, organisasi relawan, akademisi, dunia usaha, media, serta masyarakat.

Deputi Bidang Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Pangarso Suryotomo, menegaskan gladi lapang bukan sekadar latihan rutin, melainkan instrumen untuk menguji kesiapan Rencana Kontingensi (RenKon) yang akan menjadi acuan ketika status tanggap darurat ditetapkan.

“Gladi bukan sebatas latihan, tapi untuk menguji RenKon. Tugas dan peran dalam gladi harus dihayati dengan baik. Kelak jika ada bencana yang terdampak langsung adalah masyarakat. Mereka harus dilindungi dan diselamatkan,” ujar Pangarso, Rabu (8/7/2026).

Menurutnya, hasil simulasi harus diikuti evaluasi menyeluruh, termasuk efektivitas komunikasi darurat kepada masyarakat, mekanisme evakuasi warga yang menolak meninggalkan rumah, mobilisasi relawan, hingga koordinasi antarwilayah apabila dampak bencana melintasi batas administrasi.

Skenario FTX menggunakan simulasi erupsi Gunung Kelud karena dinilai mewakili ancaman yang berpotensi berdampak pada wilayah Kecamatan Ngantang, Kasembon, dan Pujon yang berada di Kawasan Rawan Bencana (KRB) Gunung Kelud. Simulasi tersebut menguji kemampuan respons cepat terhadap gangguan akses transportasi, distribusi logistik, dan pengerahan sumber daya saat terjadi erupsi.

Wakil Bupati Malang, Hj. Latifah Shohib, menegaskan keberhasilan penanganan bencana bergantung pada soliditas koordinasi seluruh pihak yang terlibat.

“Sinergi lintas sektor harus terus diperkuat. Jangan sampai ego sektoral menghambat proses penanganan darurat. Latihan ini adalah bentuk investasi keselamatan,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Pemerintah Kabupaten Malang juga menyerahkan bantuan kesiapsiagaan kepada lima desa di kawasan KRB II, yakni Desa Pagersari, Pandansari, Sidodadi, Ngantru, dan Banturejo. Bantuan berupa tenda keluarga, masker medis, dan matras disiapkan sebagai perlengkapan darurat.

FTX merupakan tahapan lanjutan setelah penyusunan Rencana Penanggulangan Kedaruratan Bencana (RPKB), pelaksanaan Tabletop Exercise (TTX) pada November 2025, serta Command Post Exercise (CPX) yang digelar pada 2 Juli 2026. Melalui tahapan tersebut, pemerintah menguji apakah skenario yang telah disusun dapat diterapkan secara efektif ketika menghadapi kondisi darurat sebenarnya.

Dalam simulasi, berbagai skenario penanganan diperagakan, mulai dari evakuasi mandiri warga, evakuasi massal menuju lokasi pengungsian, penyelamatan korban yang terjatuh ke jurang menggunakan teknik vertical rescue, pencarian korban reruntuhan bangunan, pelayanan medis darurat, pendirian rumah sakit lapangan, dapur umum, sekolah darurat, hingga distribusi logistik ke wilayah terisolasi menggunakan metode tension line.

Simulasi juga mencakup operasi pencarian dan penyelamatan korban di perairan, pembukaan akses jalan yang tertutup material erupsi, pemulihan jalur transportasi, serta pemulihan jaringan kelistrikan sebagai bagian dari fase transisi menuju pemulihan pascabencana.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Malang, Purwoto, menyatakan pelaksanaan gladi berjalan sesuai rencana. Meski demikian, hasil simulasi akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan koordinasi dan kinerja seluruh organisasi perangkat daerah maupun lembaga yang memiliki peran dalam penanggulangan bencana.

“Gladi telah berlangsung dengan baik dan lancar. Meski begitu, koordinasi dan kinerja setiap organisasi perangkat daerah yang terlibat penanggulangan bencana tetap perlu ditingkatkan,” ujarnya.

Kegiatan ini juga merupakan bagian dari kerja sama BPBD Kabupaten Malang dengan Pemerintah Australia melalui program SIAP SIAGA yang berfokus pada penguatan ketangguhan bencana.

Head of Subnational Program SIAP SIAGA, Deswanto Marbun, menyatakan Indonesia memiliki tingkat risiko bencana yang tinggi sehingga penguatan kapasitas penanggulangan menjadi kebutuhan strategis.

Hasil evaluasi FTX selanjutnya akan digunakan untuk menyempurnakan prosedur operasi, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana di wilayah Kabupaten Malang dan kawasan sekitarnya.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.