Gertek Kediri Bidik 14 Ribu Petani Modern

oleh -23 Dilihat
oleh
Gertek Kediri Bidik 14 Ribu Petani Modern
Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertabun) kembali menggelar Gelar Inovasi dan Teknologi Pertanian (Gertek) 2026 di Desa Bulusari
banner 468x60

KEDIRI, Garudasatunews.id – Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertabun) menggelar Gelar Inovasi dan Teknologi Pertanian (Gertek) 2026 di Desa Bulusari, Kecamatan Tarokan, pada 6–12 Juli 2026. Kegiatan bertema “Pertanian Modern untuk Swasembada Pangan Berkelanjutan” itu diproyeksikan menjadi langkah percepatan modernisasi sektor pertanian sekaligus menjawab tantangan regenerasi petani yang masih rendah.

Pemerintah daerah menargetkan sekitar 14.000 petani mengikuti rangkaian Gertek selama tujuh hari. Dari jumlah tersebut, sebanyak 6.000 petani dijadwalkan mengikuti kegiatan Temu Tani yang dibagi ke dalam 150 kelas pembelajaran sebagai media peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor pertanian.

Sekretaris Daerah Kabupaten Kediri, Mohamad Solikin, yang mewakili Bupati Kediri, menyatakan Gertek 2026 menjadi penyelenggaraan terbesar sejak program tersebut pertama kali dilaksanakan. Menurutnya, forum ini dirancang untuk mempertemukan petani dengan pemerintah, pelaku industri, penyedia teknologi, akademisi, hingga dunia usaha agar inovasi pertanian dapat diterapkan secara langsung di lapangan.

Ia menjelaskan pemanfaatan teknologi modern diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian, kesejahteraan petani, serta memperbaiki nilai tukar petani melalui penerapan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan sektor pertanian saat ini.

Selain peningkatan produktivitas, Pemerintah Kabupaten Kediri juga menaruh perhatian pada minimnya regenerasi petani. Berdasarkan data Sensus Pertanian 2023, jumlah petani berusia di bawah 35 tahun di Kabupaten Kediri masih kurang dari 10 persen. Kondisi tersebut dinilai menjadi tantangan bagi keberlanjutan sektor pertanian sehingga diperlukan upaya untuk menarik minat generasi muda.

Melalui Gertek 2026, berbagai teknologi seperti smart farming, drone pertanian, Internet of Things (IoT), Artificial Intelligence (AI), hingga pemasaran digital diperkenalkan sebagai bagian dari transformasi menuju pertanian modern yang lebih efisien dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Kegiatan tersebut juga menghadirkan 77 peserta yang berasal dari perusahaan benih, pupuk, pestisida, produsen alat dan mesin pertanian (alsintan), lembaga perbankan, instansi pemerintah, serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Selain pameran teknologi, peserta memperoleh kesempatan menyaksikan demonstrasi penggunaan alsintan modern dan berbagai inovasi pendukung peningkatan efisiensi usaha tani.

Sebagai bentuk dukungan terhadap modernisasi pertanian, Pemerintah Kabupaten Kediri juga menyiapkan bantuan sarana produksi dan pembangunan infrastruktur pertanian sepanjang 2026. Bantuan tersebut meliputi 22 unit rice transplanter, 15 unit traktor roda dua, pembangunan 277 titik irigasi tanah dangkal, 30 jaringan irigasi tersier, 22 jalan usaha tani, serta 10 unit box irigasi.

Direktur Perbenihan Tanaman Hortikultura Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, Tommy Nugraha, menilai Kabupaten Kediri memiliki potensi besar untuk mengembangkan berbagai komoditas pertanian unggulan, mulai dari padi, bawang merah, cabai hingga komoditas hortikultura lainnya. Ia menekankan pentingnya pengembangan komoditas yang disesuaikan dengan karakteristik lahan agar produktivitas dapat dicapai secara optimal.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dispertabun Kabupaten Kediri, Sukadi, mengatakan pemilihan Desa Bulusari, Kecamatan Tarokan, sebagai lokasi Gertek tidak hanya didasarkan pada potensi pertanian, tetapi juga sebagai bagian dari promosi kawasan yang telah ditetapkan dalam rencana tata ruang sebagai kawasan industri. Kawasan tersebut didukung keberadaan Bandara Dhoho Kediri dan pembangunan akses jalan tol yang diharapkan mampu meningkatkan daya tarik investasi.

Melalui penyelenggaraan Gertek 2026, Pemerintah Kabupaten Kediri berharap kolaborasi antara petani, pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan industri semakin kuat sehingga percepatan adopsi teknologi pertanian dapat berlangsung lebih luas. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat kesejahteraan petani, serta mendukung target swasembada pangan nasional secara berkelanjutan.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.