Genjot PAD, Efektivitas Desa Wisata Dipertanyakan

oleh -88 Dilihat
oleh
Genjot PAD, Efektivitas Desa Wisata Dipertanyakan
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto terus mengoptimalkan sektor pariwisata sebagai salah satu penopang Pendapatan Asli Daerah (PAD).
banner 468x60

MOJOKERTO, Garudasatunews.id – Pemerintah Kabupaten Mojokerto menggenjot peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui penguatan strategi pemasaran desa wisata, di tengah pertanyaan publik terkait efektivitas kontribusi sektor tersebut terhadap pendapatan daerah.

Langkah ini diwujudkan melalui bimbingan teknis (bimtek) marketing yang digelar Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) bagi pengelola desa wisata se-Kabupaten Mojokerto. Materi yang diberikan meliputi branding, advertising, hingga strategi penjualan destinasi wisata berbasis pengalaman.

Wakil Bupati Mojokerto Moch Rizal Octavian menekankan bahwa desa wisata tidak hanya menjual objek, tetapi juga pengalaman dan kesan bagi wisatawan. Ia menyebut penguatan narasi dan daya tarik emosional menjadi kunci untuk meningkatkan kunjungan.

Namun, di balik dorongan tersebut, muncul pertanyaan terkait kesiapan infrastruktur, kualitas sumber daya manusia, serta data riil kontribusi desa wisata terhadap PAD. Hingga kini, belum ada paparan terbuka mengenai capaian konkret sektor desa wisata dalam mendongkrak pendapatan daerah secara signifikan.

Pemerintah daerah mengklaim telah menyiapkan dukungan regulasi dan infrastruktur. Meski demikian, keberhasilan program sepenuhnya diserahkan kepada pengelola desa wisata di lapangan, yang dinilai menjadi faktor penentu utama.

Selain itu, Pemkab juga mendorong kolaborasi antar desa wisata guna menghindari persaingan tidak sehat. Sinergi antar pengelola disebut penting untuk memperkuat ekosistem pariwisata daerah, meski implementasinya kerap terkendala ego sektoral dan disparitas potensi antar wilayah.

Kepala Disbudporapar Mojokerto, Ardi Sepdianto, menyatakan bimtek tidak hanya fokus pada promosi, tetapi juga keberlanjutan pengelolaan. Peserta dibekali kemampuan mengemas konten promosi sekaligus strategi menjaga eksistensi destinasi dalam jangka panjang.

Meski demikian, efektivitas pelatihan serupa kembali menjadi sorotan. Tanpa indikator evaluasi yang jelas, program peningkatan kapasitas berisiko hanya menjadi kegiatan rutin tanpa dampak nyata terhadap peningkatan kunjungan wisata maupun PAD.

Pemkab Mojokerto berharap desa wisata mampu menjadi motor penggerak ekonomi lokal. Namun, keberhasilan target tersebut masih bergantung pada konsistensi implementasi di lapangan serta transparansi capaian yang dapat diukur secara objektif.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.