Gema Sudamala Kukuhkan Kediri Kota Budaya

oleh -26 Dilihat
oleh
Gema Sudamala Kukuhkan Kediri Kota Budaya
Inspiration Art of Tegowangi
banner 468x60

KEDIRI, Garudasatunews.id – Pelataran Candi Tegowangi kembali dipadati ribuan warga dalam pagelaran tahunan “Inspiration Art of Tegowangi” yang digelar sebagai bagian peringatan Hari Jadi Kabupaten Kediri ke-1.222. Event budaya yang memasuki tahun keempat ini tidak sekadar menjadi hiburan, namun juga penegasan bahwa Pemerintah Kabupaten Kediri tengah menjadikan warisan budaya sebagai identitas daerah di tengah derasnya arus modernisasi.

Pagelaran yang berlangsung di situs peninggalan Majapahit tersebut menampilkan beragam pertunjukan seni, mulai dari Flying Star Dance, lawakan Joni Sukro, Sekartaji Kontemporer hingga kidungan tradisional yang membangun atmosfer sakral di kawasan cagar budaya Candi Tegowangi.

Asisten II Setda Kabupaten Kediri, Sonny Subroto Maheri Laksono, yang hadir mewakili Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, menegaskan bahwa budaya bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Menurutnya, jejak peradaban Kediri telah lahir jauh sebelum pembangunan infrastruktur modern hadir di wilayah tersebut.

“Kediri bukan yang baru belajar tentang budaya. Leluhur kita sudah meninggalkan jejak peradaban melalui candi, cerita, tari, filosofi hidup hingga karya sastra yang sampai hari ini masih dirawat bersama,” ujar Sonny dalam sambutannya.

Sonny juga mengingatkan ancaman pudarnya identitas budaya di kalangan generasi muda jika ruang-ruang kesenian terus berkurang. Pemerintah daerah, kata dia, menilai pelestarian budaya harus dibiasakan sejak dini agar Generasi Z dan Generasi Alpha tidak tercerabut dari akar sejarahnya sendiri.

“Kalau kegiatan seperti ini tidak dibudayakan, bukan tidak mungkin anak-anak kita nanti tidak lagi mengenal siapa leluhurnya,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Sonny turut menyinggung keberadaan Bandara Dhoho Kediri yang dinilai membuka peluang besar bagi promosi budaya lokal. Pemerintah Kabupaten Kediri disebut ingin menjadikan konektivitas udara sebagai pintu masuk wisata sejarah dan budaya agar Kediri tidak hanya dikenal sebagai daerah transit pembangunan, tetapi juga pusat peradaban budaya Jawa Timur.

“Bandara bukan hanya soal penerbangan. Ini pintu agar sejarah dan kebudayaan Kediri semakin mudah diakses masyarakat luas,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri, Mustika Prayitno Adi, menjelaskan bahwa lakon Sudamala dipilih sebagai tema utama tahun ini karena dinilai memiliki nilai filosofis kuat dan relevan dengan karakter budaya masyarakat Kediri. Drama kolosal yang dipadukan dengan latar eksotis Candi Tegowangi disebut menjadi kekuatan utama pertunjukan.

“Candi Tegowangi memberikan nuansa sakral dan estetika tersendiri. Ketika dipadukan dengan pertunjukan seni, seluruh pementasan terasa lebih hidup,” jelas Mustika.

Antusiasme pengunjung juga terlihat sepanjang acara berlangsung. Salah satu penonton asal Pare, Fenty, mengaku selalu mengikuti Art of Tegowangi setiap tahun karena konsep pertunjukannya terus mengalami perkembangan.

“Setiap tahun selalu berbeda. Tahun ini drama kolosalnya kuat dan menarik,” ujarnya.

Pemkab Kediri memastikan Art of Tegowangi akan tetap masuk agenda tahunan daerah. Bahkan, pengembangan konsep pertunjukan disebut tengah disiapkan dengan memanfaatkan situs-situs budaya lain di Kabupaten Kediri sebagai panggung seni berikutnya.

“Ke depan bukan hanya di Tegowangi. Kabupaten Kediri masih punya banyak lokasi budaya yang potensial untuk event serupa,” pungkas Mustika.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.