Gardu Domino Diluncurkan, Potensi Judi Disorot

oleh -36 Dilihat
oleh
Gardu Domino Diluncurkan, Potensi Judi Disorot
Komunitas pecinta domino di Perumahan Citra Harmoni Sidoarjo
banner 468x60

SIDOARJO, Garudasatunews.id – Komunitas pecinta domino di Perumahan Citra Harmoni, Sidoarjo, meresmikan Gardu Pordi Citra Harmoni atau Gardu Cimon dalam kegiatan halal bihalal yang dirangkai mini turnamen RDN CUP II, Senin (13/4/2026).

Peresmian tersebut dihadiri Ketua Persatuan Olahraga Domino (Pordi) Sidoarjo Muh. Harliman Saleh bersama jajaran pengurus, menandai penguatan struktur komunitas domino di tingkat lingkungan.

Ketua Gardu Cimon, W Wisnu W, menyatakan bahwa wadah ini tidak hanya menjadi ruang berkumpul, tetapi juga diarahkan sebagai sarana pembinaan menuju prestasi.
“Selain silaturahmi, kami berharap ada pembinaan sehingga bisa melahirkan atlet domino unggulan,” ujarnya.

Gardu Cimon sendiri merupakan gabungan sejumlah komunitas gaple di kawasan Citra Harmoni, seperti Kuk Geruk, Garis Keras Gazebo GV, hingga Kapak Hitam. Aktivitas domino disebut telah lama menjadi bagian dari interaksi sosial warga.

Wisnu menegaskan permainan dilakukan tanpa unsur perjudian dan hanya sebatas hiburan.
“Permainan ini sekadar hiburan dan silaturahmi, tidak untuk judi, dan mulai diarahkan sesuai aturan Pordi,” jelasnya.

Namun, dari sudut pandang investigatif, keberadaan komunitas domino terorganisir kerap berada di wilayah abu-abu antara olahraga rekreatif dan potensi praktik perjudian terselubung. Klaim “tanpa judi” menjadi sorotan, mengingat belum adanya mekanisme pengawasan terbuka yang memastikan aktivitas berjalan sesuai regulasi.

Selain itu, legalitas dan pengawasan internal komunitas menjadi faktor krusial dalam mencegah penyimpangan, terutama ketika kegiatan melibatkan turnamen dan kompetisi yang berpotensi memunculkan taruhan informal.

Dalam turnamen RDN CUP II, pasangan Fathor/Fauzan keluar sebagai juara pertama setelah mengalahkan sejumlah pasangan unggulan. Posisi kedua diraih David/Aris, sementara Wisnu/Subang harus puas di peringkat ketiga, disusul Prihadi/Bowo di posisi keempat.

Ketua Pordi Sidoarjo Muh. Harliman Saleh mengapresiasi terbentuknya Gardu Cimon sebagai upaya memperkuat jaringan komunitas sekaligus membangun nilai kebersamaan di masyarakat.

Meski demikian, efektivitas pembinaan olahraga domino sebagai cabang resmi akan sangat bergantung pada konsistensi penerapan aturan dan transparansi kegiatan di lapangan. Tanpa itu, ruang komunitas berisiko dimanfaatkan di luar tujuan awal pembentukan.

Ke depan, publik menunggu langkah konkret dari pengurus dan otoritas terkait untuk memastikan aktivitas domino tetap berada dalam koridor olahraga dan tidak bergeser menjadi praktik yang melanggar hukum. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.