Garda Satu Soroti Keamanan Pangan dan Dorong Pengawasan Ketat

oleh -41 Dilihat
oleh
IMG-20260904-WA0018
IMG-20260904-WA0018
banner 468x60

 

Surabaya, Garudasatunews.id – Garda Satu DPC Surabaya mendorong pemerintah dan seluruh pihak terkait memperketat pengawasan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Surabaya. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan makanan yang diberikan kepada penerima manfaat, khususnya anak-anak, aman, higienis, bergizi, dan layak dikonsumsi.

Dorongan tersebut disampaikan sebagai bentuk kepedulian sekaligus langkah antisipasi menyusul adanya dugaan kasus keracunan makanan dalam program MBG di Kabupaten Sidoarjo yang menimpa ratusan penerima manfaat.

 

Garda Satu DPC Surabaya menilai kejadian di Sidoarjo harus menjadi bahan evaluasi serius bagi seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan MBG. Keamanan pangan, kebersihan, serta kualitas makanan harus menjadi prioritas sebelum makanan didistribusikan kepada masyarakat.

 

Sekretaris Garda Satu DPC Surabaya, Herman berharap kejadian serupa tidak terjadi di Kota Surabaya. Menurutnya, MBG merupakan program yang baik karena bertujuan membantu memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, terutama anak-anak. Namun, pelaksanaannya harus dibarengi dengan pengawasan dan penerapan standar keamanan pangan yang ketat.

 

“Harapan kami, kejadian seperti di Sidoarjo jangan sampai terjadi di Surabaya. MBG merupakan program yang sangat baik untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak. Namun, keamanan dan kelayakan makanan harus menjadi perhatian utama,” ujar Herman.

 

Garda Satu DPC Surabaya juga berharap Wali Kota Bapak Eric Cahyadi Surabaya bersama jajaran Pemerintah Kota Surabaya dapat memperkuat pengawasan terhadap pelaksanaan MBG, terutama terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bertugas menyediakan dan mendistribusikan makanan.

 

Pengawasan dinilai perlu dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan, kebersihan dapur, penyimpanan, pengemasan hingga pendistribusian makanan ke sekolah-sekolah dan penerima manfaat.

 

Menurut Herman, keberhasilan program MBG tidak hanya diukur dari tersalurkannya makanan kepada penerima manfaat. Lebih dari itu, makanan yang diberikan harus dipastikan memenuhi standar kebersihan, kesehatan, keamanan pangan, serta layak untuk dikonsumsi.

 

Pemerintah Kota Surabaya juga diharapkan tidak menunggu terjadinya insiden untuk melakukan evaluasi. Pemeriksaan secara berkala terhadap dapur penyedia MBG serta koordinasi dengan instansi kesehatan dan pengawas pangan dinilai penting sebagai langkah pencegahan.

 

Selain pemerintah dan pengelola SPPG, Garda Satu DPC Surabaya mengajak sekolah, orang tua, dan masyarakat turut berperan dalam pengawasan. Apabila ditemukan makanan MBG yang memiliki kondisi tidak layak, seperti bau menyengat, perubahan warna atau rasa, kemasan rusak, maupun indikasi lain yang mencurigakan, masyarakat diharapkan segera melaporkannya kepada pihak terkait.

 

“Program ini harus memberikan manfaat, bukan justru menimbulkan kekhawatiran. Kami berharap Surabaya tetap aman dan kejadian dugaan keracunan MBG di Sidoarjo tidak sampai terulang,” tegas Herman.

 

Garda Satu DPC Surabaya berharap kejadian dugaan keracunan MBG salah satu di Ponpes Manba’ul Hikam (Mahika) kota Sidoarjo dapat menjadi pembelajaran penting bagi seluruh pihak. Evaluasi dan pengawasan secara berkala dinilai perlu dilakukan agar program MBG di Surabaya dapat berjalan aman, tepat sasaran, serta benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

 

“Jangan sampai kejadian serupa kembali terjadi. MBG harus menghadirkan makanan yang bergizi sekaligus aman dan layak dikonsumsi,” pungkasnya. Eben

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.