Flushing Brantas Makan Korban, Satu Warga Hilang

oleh -39 Dilihat
oleh
Flushing Brantas Makan Korban, Satu Warga Hilang
Tiga Warga Blitar Terseret Arus Sungai Brantas saat Flushing Bendungan.
banner 468x60

BLITAR, Garudasatunews.id – Aktivitas flushing atau penggelontoran air di PLTA Jegu Wlingi Raya kembali memakan korban. Tiga warga Kabupaten Blitar terseret derasnya arus Sungai Brantas saat berburu ikan di aliran sungai, Senin (18/5/2026). Satu orang dilaporkan hilang, sementara dua lainnya berhasil selamat setelah nyaris tenggelam.

Insiden terjadi setelah debit air Sungai Brantas meningkat drastis akibat proses flushing bendungan. Kondisi tersebut memicu warga berbondong-bondong turun ke sungai untuk mengambil ikan yang bermunculan di tepian aliran air. Namun situasi mendadak berubah mencekam sekitar pukul 12.00 WIB ketika arus sungai mendadak semakin deras.

Korban yang hingga kini belum ditemukan diketahui bernama Isnaini, warga Desa Pagerwojo, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar. Berdasarkan keterangan saksi mata, korban diduga tidak mampu menyelamatkan diri setelah terseret arus kuat saat berada di tengah aliran sungai.

“Korban dilaporkan hanyut terbawa arus yang mendadak mengalir deras. Hingga laporan ini diturunkan, tim gabungan masih menyisir area sungai untuk menemukan keberadaan korban,” kata Kepala BPBD Kabupaten Blitar, Wahyudi.

Dalam peristiwa yang sama, seorang warga bernama Badi’, asal Desa Siraman, Kecamatan Kesamben, berhasil lolos dari maut setelah berupaya keluar dari derasnya arus sungai. Saat ini Badi’ telah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian guna mendalami kronologi kejadian.

Tak berselang lama, insiden serupa kembali terjadi di kawasan Kedung Ketek Jegu. Yasmani, warga Kelurahan Ksatrean, Kecamatan Kanigoro, nyaris hanyut setelah mengalami kelelahan saat berada di tengah sungai.

Beruntung, sejumlah warga yang berada di lokasi berhasil melakukan penyelamatan cepat sebelum korban terbawa arus lebih jauh. Yasmani kemudian dipulangkan ke rumahnya dalam kondisi selamat.

BPBD Kabupaten Blitar menyatakan tim reaksi cepat bersama unsur TNI, Polri, PMI, relawan ORARI dan RAPI telah diterjunkan untuk melakukan operasi pencarian terhadap korban hilang.

“Kami telah mengerahkan personel dan berkoordinasi dengan seluruh unsur gabungan. Fokus pencarian dilakukan di sepanjang aliran sungai Jegu hingga Sungai Brantas,” ujar Wahyudi.

Peristiwa ini kembali memunculkan sorotan terkait minimnya pengawasan dan sistem peringatan dini saat flushing bendungan berlangsung. Warga diketahui tetap memasuki area sungai meski debit air berpotensi berubah ekstrem sewaktu-waktu.

Petugas mengimbau masyarakat tidak mendekati aliran sungai selama proses flushing berlangsung demi menghindari jatuhnya korban susulan. Hingga Senin malam, proses pencarian terhadap Isnaini masih terus dilakukan oleh tim gabungan di sepanjang aliran Sungai Brantas.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.