Finalis MediaMIND Telusuri Praktik Tambang Timah di Kundur

oleh -43 Dilihat
oleh
Finalis MediaMIND Telusuri Praktik Tambang Timah di Kundur
Finalis MediaMIND Telusuri Praktik Tambang Timah di Kundur
banner 468x60

KUNDUR, Garudasatunews.id – Aktivitas penambangan timah lepas pantai di wilayah operasional PT TIMAH (Persero) Tbk, Kundur Area, Kepulauan Riau, menjadi perhatian para finalis MediaMIND. Melalui kunjungan lapangan pada 23 Oktober 2026, para jurnalis meninjau langsung proses produksi bijih timah, pengolahan dan pemurnian, hingga berbagai program pengelolaan lingkungan serta pemberdayaan masyarakat.

Dalam kunjungan tersebut, para finalis menyaksikan aktivitas penambangan dari atas Kapal Isap Produksi (KIP) 88 dan KIP 20. Mereka memperoleh penjelasan mengenai tahapan penambangan timah lepas pantai serta mekanisme pengelolaan wilayah pertambangan laut dari Zulfikar, perwakilan Department Offshore Mining Kundur Area PT TIMAH.

Rombongan juga meninjau proses pengolahan dan pemurnian bijih timah di Kundur Area. Agenda tersebut melengkapi kunjungan sebelumnya ke PT Timah Industri untuk memahami proses hilirisasi, yakni pengolahan komoditas tambang menjadi produk bernilai tambah.

Good Mining Practice dan Tantangan Keberlanjutan

Selain aspek produksi, kunjungan tersebut memperlihatkan sejumlah program lingkungan dan pemberdayaan masyarakat yang dijalankan PT TIMAH. Program itu meliputi reklamasi laut, penanaman mangrove, pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pendampingan kelompok tani, serta pembangunan talud pantai untuk membantu mengurangi risiko abrasi.

Finalis MediaMIND dari RMOL Sumsel, Yosep Indra Praja, menilai penerapan good mining practice atau praktik pertambangan yang baik harus dipahami sebagai bagian dari keseluruhan proses bisnis perusahaan, mulai dari hulu hingga hilir.

Menurut Yosep, praktik pertambangan bertanggung jawab tidak hanya berkaitan dengan aktivitas pengambilan sumber daya alam, tetapi juga mencakup pengelolaan lingkungan dan proses pengolahan hasil tambang.

Ia turut menyoroti potensi pengembangan Logam Tanah Jarang (LTJ) atau Rare Earth Elements (REE) sebagai peluang strategis bagi masa depan industri pertambangan timah Indonesia.

Dampak Pertambangan terhadap Kehidupan Masyarakat

Perspektif berbeda disampaikan Wishnu Bagus Prasetyo dari Investortrust.id. Ia menilai program lingkungan dan pemberdayaan masyarakat yang diperkenalkan PT TIMAH memberikan gambaran mengenai manfaat kegiatan perusahaan bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Namun, perhatian Wishnu juga tertuju pada perspektif pemerintah desa mengenai perubahan kondisi wilayah sebelum dan selama aktivitas pertambangan berlangsung.

Hal yang tidak kalah penting adalah harapan masyarakat terhadap masa depan daerah setelah kegiatan pertambangan berakhir. Persoalan tersebut menjadi bagian penting dalam pembahasan keberlanjutan, mengingat aktivitas pertambangan memiliki batas waktu, sedangkan masyarakat tetap membutuhkan lingkungan dan sumber penghidupan yang berkelanjutan.

Dari sudut pandang jurnalistik, keberhasilan program pertambangan bertanggung jawab tidak cukup hanya dilihat dari kegiatan produksi maupun program sosial yang dilaksanakan. Konsistensi reklamasi, efektivitas pemulihan lingkungan, serta manfaat ekonomi jangka panjang bagi masyarakat juga menjadi aspek penting untuk diperhatikan.

MediaMIND Dorong Pemahaman Industri Pertambangan

Head of Institutional Relations MIND ID, Selly Adriatika, menjelaskan bahwa MediaMIND dirancang sebagai kompetisi karya jurnalistik sekaligus ruang pembelajaran bagi jurnalis untuk memahami dinamika industri pertambangan dan kontribusinya terhadap pembangunan nasional.

Menurut Selly, kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada jurnalis untuk melihat secara langsung proses operasional pertambangan, hilirisasi, serta upaya perusahaan dalam menghadirkan manfaat bagi masyarakat dan daerah.

Rangkaian babak final MediaMIND selanjutnya mencakup kunjungan ke sejumlah wilayah operasional anggota Grup MIND ID, termasuk wilayah operasional PT TIMAH di Kepulauan Riau.

Kunjungan lapangan ini membuka ruang bagi jurnalis untuk memperoleh gambaran lebih dekat mengenai industri timah. Namun, pengawasan publik terhadap praktik pertambangan tetap membutuhkan keterbukaan informasi, evaluasi lingkungan yang terukur, serta penilaian terhadap dampak sosial dan ekonomi secara berkelanjutan.

Dengan demikian, pengelolaan sumber daya alam tidak semata-mata berorientasi pada produksi dan keuntungan ekonomi, tetapi juga harus memperhatikan kelestarian lingkungan, kepentingan masyarakat, dan keberlanjutan wilayah setelah aktivitas pertambangan berakhir.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.