Festival Literasi Osing Jaga Bahasa Lokal Banyuwangi

oleh -20 Dilihat
oleh
Festival Literasi Osing Jaga Bahasa Lokal Banyuwangi
Festival literasi osing kembali digelar di Banyuwangi, ratusan siswa antusias mengikuti.
banner 468x60

BANYUWANGI, Garudasatunews.id — Pemerintah Kabupaten Banyuwangi kembali menggelar Festival Literasi Osing 2026 sebagai upaya menjaga keberlangsungan Bahasa Osing sekaligus memperkuat identitas budaya lokal di tengah perkembangan teknologi dan perubahan zaman.

Festival yang berlangsung Sabtu (5/9/2026) di area creative space kawasan Lapangan Taman Blambangan itu melibatkan ratusan pelajar SD dan SMP dari 25 kecamatan se-Banyuwangi. Mereka berkompetisi dalam berbagai kegiatan yang mengangkat bahasa, sastra, dan tradisi Osing.

Bukan sekadar perlombaan, festival tersebut menjadi salah satu strategi pemerintah daerah mengenalkan bahasa ibu kepada generasi muda melalui pendekatan literasi yang kreatif. Sejumlah cabang yang diperlombakan antara lain geguritan atau puisi Osing, ngewer, menulis cerita Osing, menulis aksara Osing, mendongeng, menyanyi lagu Osing, pidato Bahasa Osing, Memengan sandiwara, hingga mocoan lontar.

Kepala Bidang Pendidikan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Banyuwangi, Sutikno, menyebut peserta festival terdiri atas 259 siswa SD dan 170 siswa SMP. Khusus mocoan lontar diperuntukkan bagi kategori SMP, sementara sejumlah cabang lainnya dapat diikuti peserta SD maupun SMP.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menegaskan pelestarian Bahasa Osing perlu dilakukan sejak dini. Menurutnya, anak-anak tetap perlu menguasai teknologi dan berbagai pengetahuan modern, tetapi tidak boleh kehilangan identitas daerah.

Ipuk menilai keberadaan festival menjadi ruang bagi pelajar untuk mengembangkan kemampuan literasi sekaligus mengenal budaya lokal. Proses mengikuti perlombaan juga mendorong peserta membaca, memahami informasi, mengolah gagasan, dan menyampaikan pesan secara tepat.

Di sisi lain, keberlanjutan Bahasa Osing tidak hanya bergantung pada festival tahunan. Tantangan sesungguhnya adalah bagaimana bahasa tersebut tetap digunakan dalam kehidupan sehari-hari oleh generasi muda. Karena itu, ruang pendidikan, keluarga, lingkungan sosial, serta pemanfaatan teknologi menjadi bagian penting dalam menjaga keberadaan bahasa daerah.

Festival Literasi Osing 2026 juga menjadi pintu bagi peserta terbaik untuk melangkah ke tingkat lebih tinggi. Juara pertama dari masing-masing kategori direncanakan mewakili Banyuwangi dalam Festival Tunas Bahasa Ibu tingkat provinsi dan nasional.

Selain perlombaan, kegiatan turut menghadirkan unsur budaya masyarakat Osing, termasuk iringan lagu-lagu Osing dan prosesi kupat luar saat pembukaan. Sejumlah perlombaan juga dilaksanakan di gedung SDN 1 Kepatihan.

Dengan melibatkan ratusan pelajar dari seluruh wilayah Banyuwangi, festival ini menunjukkan bahwa pelestarian bahasa daerah tidak cukup hanya melalui slogan. Regenerasi pengguna bahasa, penguatan literasi, dan ruang ekspresi bagi anak-anak menjadi kunci agar Bahasa Osing tetap hidup sebagai identitas budaya Banyuwangi di tengah derasnya perubahan zaman.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.