TUBAN, Garudasatunews.id – Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Kabupaten Tuban diwarnai kegiatan Festival Alam Lestari yang digelar Ronggolawe Press Solidarity (RPS) di kawasan Sendang Kalangan, Desa Montong Sekar, Kecamatan Montong. Kegiatan yang dihadiri Wakil Bupati Tuban Joko Sarwono bersama unsur Forkopimcam ini tidak sekadar seremoni, namun juga memunculkan sorotan terhadap kondisi lingkungan, khususnya menurunnya debit sumber air yang menjadi penopang pertanian warga.
Festival tersebut diisi dengan penanaman ribuan pohon, pelepasan puluhan ribu benih ikan, serta kegiatan sosial berupa santunan anak yatim dan pembagian sembako bagi masyarakat dhuafa. Sejumlah kegiatan tambahan seperti lomba mewarnai anak dan lomba memancing turut digelar untuk menarik partisipasi warga.
Ketua RPS Tuban, Khoirul Huda, menyatakan peran pers tidak berhenti pada penyampaian informasi, tetapi juga mencakup edukasi publik, termasuk dalam isu lingkungan. Ia menilai kesadaran masyarakat terhadap pelestarian alam perlu terus diperkuat, terutama di tengah perubahan perilaku generasi muda yang semakin bergantung pada gawai.
Namun di balik kegiatan tersebut, muncul fakta yang menjadi perhatian serius, yakni penurunan debit air di Sendang Kalangan. Sumber air ini disebut menjadi tumpuan irigasi bagi lahan pertanian di sekitarnya. Jika kondisi ini terus berlangsung tanpa penanganan konkret, potensi krisis air dinilai dapat berdampak langsung pada produktivitas pertanian masyarakat.
“Banyak sawah bergantung pada sendang ini. Penurunan debit air harus menjadi perhatian bersama, tidak cukup hanya kegiatan simbolis,” ujar Khoirul.
Wakil Bupati Tuban Joko Sarwono mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai bentuk sinergi antara pers, pemerintah, dan masyarakat. Meski demikian, ia menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor harus berlanjut dalam bentuk langkah nyata dan berkelanjutan untuk menjaga lingkungan.
Ia juga mengingatkan pentingnya peran pers di era digital, tidak hanya cepat dalam menyampaikan informasi, tetapi juga akurat dan bertanggung jawab. Menurutnya, pers memiliki posisi strategis sebagai pilar demokrasi sekaligus penjaga stabilitas sosial di tengah maraknya hoaks dan misinformasi.
Di sisi lain, Pengelola Sendang Kalangan Montong Sekar, Wantoyo, mengungkapkan kekhawatiran atas tren berkurangnya sumber mata air di berbagai wilayah. Ia menegaskan bahwa keberlangsungan sendang harus dijaga secara konsisten, tidak hanya melalui kegiatan sesaat.
Ia memastikan bantuan bibit pohon yang diterima akan ditanam dan dirawat secara berkelanjutan. Namun demikian, upaya tersebut dinilai masih membutuhkan pengawasan dan komitmen jangka panjang agar tidak berhenti pada momentum seremonial semata.
Kondisi ini menjadi catatan penting bahwa pelestarian lingkungan di Tuban tidak cukup mengandalkan agenda tahunan, melainkan membutuhkan kebijakan konkret, pengawasan berkelanjutan, serta keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan.(Red-Garudasatunews)














