Festival Ledre Bojonegoro Digelar 8 Oktober, Tiga Desa Jadi Kampung Ledre

oleh -26 Dilihat
oleh
Festival Ledre Bojonegoro Digelar 8 Oktober, Tiga Desa Jadi Kampung Ledre
Jajanan Ledre khas Bojonegoro (foto:ist)
banner 468x60

BOJONEGORO, Garudasatunews.id – Festival Ledre dijadwalkan digelar pada 8 Oktober 2026 di Desa Gapluk, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Dalam agenda tersebut, Desa Purwosari, Desa Gapluk, dan Desa Kuniran direncanakan dicanangkan sebagai Kampung Ledre.

Camat Purwosari Ike Widyaningrum mengatakan festival akan dipusatkan di Desa Gapluk. Kegiatan ini sekaligus diarahkan untuk memperkuat keberadaan ledre sebagai salah satu kuliner khas Bojonegoro serta membuka ruang promosi bagi perajin dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Salah satu agenda utama ialah peluncuran Kampung Ledre dan demonstrasi pembuatan ledre secara massal. Sebanyak 50 perajin ledre lokal dijadwalkan terlibat untuk memperagakan proses pembuatan makanan khas tersebut secara langsung.

Selain demonstrasi, festival akan menghadirkan pameran UMKM. Produk-produk unggulan masyarakat diharapkan dapat memperoleh ruang promosi sehingga kegiatan tidak berhenti sebagai seremoni budaya, tetapi juga berkaitan dengan aktivitas ekonomi masyarakat setempat.

Rencana pencanangan tiga desa sebagai Kampung Ledre menjadi bagian penting dari upaya mengangkat kembali potensi kuliner lokal. Desa Gapluk sendiri selama ini dikenal memiliki aktivitas produksi ledre yang dilakukan masyarakat secara tradisional.

Persiapan festival sebelumnya telah dilakukan melalui pengambilan video promosi ledre pada 16 September 2026 di Rumah Usaha UMKM Rumyati, Dusun Glagah, Desa Purwosari. Materi promosi tersebut menjadi bagian dari persiapan memperkenalkan potensi ledre dan kawasan produksinya.

Ledre merupakan makanan ringan berbahan dasar pisang yang telah lama menjadi bagian dari identitas kuliner Bojonegoro. Perkembangannya tidak hanya terlihat dari variasi rasa, tetapi juga dari keberlanjutan keterampilan para perajin yang mempertahankan proses produksi secara tradisional.

Di sisi lain, pengembangan Kampung Ledre juga menyisakan tantangan untuk memastikan keberlanjutan usaha para perajin. Pengalaman perajin di Desa Gapluk menunjukkan bahwa produksi ledre tradisional masih bertahan di tengah perubahan selera konsumen dan perkembangan jajanan modern.

Karena itu, Festival Ledre 2026 tidak hanya menjadi momentum memperkenalkan produk kuliner khas daerah, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk mempertemukan potensi budaya, keterampilan perajin, promosi UMKM, dan penguatan ekonomi masyarakat.

Dengan keterlibatan 50 perajin serta pencanangan tiga desa sebagai Kampung Ledre, perhatian berikutnya berada pada bagaimana potensi tersebut dapat terus dikembangkan setelah festival berakhir.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.