Festival Kuno-Kini Dongkrak UMKM Kediri

oleh -51 Dilihat
oleh
Festival Kuno-Kini Dongkrak UMKM Kediri
Pemerintah Kabupaten Kediri memberikan apresiasi tinggi terhadap konsistensi Jawa Pos Radar Kediri dalam menyelenggarakan Festival Kuno-Kini yang kini telah memasuki tahun ketiga
banner 468x60

KEDIRI, Garudasatunews.id – Pemerintah Kabupaten Kediri memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Festival Kuno-Kini 2026 yang kembali digelar di kawasan Taman Hijau Simpang Lima Gumul (SLG). Agenda tahunan yang diinisiasi Jawa Pos Radar Kediri itu dinilai berhasil menyedot ribuan pengunjung sekaligus mendorong perputaran ekonomi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Kediri.

Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa mewakili Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menegaskan, konsistensi penyelenggaraan festival selama tiga tahun terakhir menjadi bukti kuat sinergi media dan pemerintah daerah dalam menggerakkan sektor ekonomi kreatif serta memperluas ruang promosi produk lokal.

Festival yang berlangsung mulai 14 hingga 24 Mei 2026 tersebut melibatkan ratusan pelaku UMKM dari berbagai sektor. Pemerintah daerah menilai kegiatan itu menjadi stimulus nyata bagi pelaku usaha untuk meningkatkan omzet dan memperluas pasar di tengah persaingan ekonomi yang semakin ketat.

“Festival semacam ini menjadi salah satu solusi untuk menumbuhkan semangat bagi para pelaku UMKM,” ujar Dewi saat membuka Festival Kuno-Kini 2026 di kawasan SLG, Kamis malam (14/5/2026).

Tak hanya berfokus pada sektor kuliner, Festival Kuno-Kini 2026 juga mengangkat kekayaan budaya lokal melalui pameran wastra, sastra, hingga kriya khas Kediri. Pemerintah Kabupaten Kediri menilai pendekatan tersebut menjadi strategi penting untuk memperkuat identitas budaya daerah sekaligus memperluas daya tarik wisata berbasis ekonomi kreatif.

Menurut Dewi, unsur sastra yang dihadirkan dalam festival menjadi pembeda dibandingkan event serupa di daerah lain. Kediri dinilai memiliki potensi budaya yang kuat dan perlu terus dipromosikan kepada masyarakat luas.

“Kediri memiliki banyak kekayaan budaya, utamanya sastra. Ini menjadi poin penting dalam festival ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Jawa Pos Radar Kediri Kurniawan Muhammad mengungkapkan, tema “Kuno-Kini” dipilih sebagai bentuk kolaborasi antara nilai tradisional dan perkembangan kreativitas modern masyarakat. Ia menyebut antusiasme peserta terus meningkat signifikan setiap tahun.

Data panitia menunjukkan jumlah peserta festival naik tajam dalam tiga tahun terakhir. Pada 2024 tercatat sebanyak 215 stand, meningkat menjadi 245 stand pada 2025, dan pada 2026 panitia membatasi hanya 348 stand dari total 500 pendaftar yang ingin bergabung.

Lonjakan jumlah peserta tersebut dinilai menjadi indikator meningkatnya kepercayaan pelaku usaha terhadap efektivitas festival dalam mendongkrak promosi dan penjualan produk lokal di Kabupaten Kediri.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.