Exit Tol Kartoharjo Dipacu, Ada Kepentingan Ekonomi?

oleh -62 Dilihat
oleh
Wisata Sumbergondo Ramai, Dampak Nyata Dipertanyakan
Bupati Magetan, Nanik Sumantri
banner 468x60

MAGETAN, Garudasatunews.id — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan mendorong percepatan pembangunan akses keluar (exit) jalan tol di Kecamatan Kartoharjo dengan dalih memperkuat konektivitas dan mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah. Dorongan itu disampaikan langsung oleh Bupati Magetan, Nanik Sumantri, dalam Forum Komunikasi dan Koordinasi Paguyuban Pawitandirogo saat agenda Halal Bihalal Pawitandirogo 2026 di Jakarta, Minggu (19/4/2026).

Dalam forum tersebut, Pemkab Magetan menegaskan bahwa pembangunan exit tol dinilai krusial untuk membuka akses distribusi barang dan mobilitas masyarakat. Namun, hingga kini belum ada kejelasan detail terkait progres realisasi, skema pendanaan, maupun dampak konkret terhadap wilayah terdampak di sekitar Kartoharjo.

“Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk merealisasikan exit tol Kartoharjo sebagai bagian dari penguatan konektivitas wilayah,” ujar Nanik. Pernyataan ini memunculkan pertanyaan lanjutan terkait sejauh mana komitmen pusat serta timeline pasti proyek tersebut.

Forum Pawitandirogo sendiri mempertemukan diaspora dari wilayah eks-Karesidenan Madiun, meliputi Pacitan, Ngawi, Magetan, Kota/Kabupaten Madiun, hingga Ponorogo. Selain menjadi ajang silaturahmi, forum ini juga digunakan sebagai ruang pembahasan agenda strategis lintas daerah.

Ketua Pawitandirogo, Susiwijono Moegiarso, mengungkapkan bahwa isu yang dibahas mencakup infrastruktur, pariwisata, hingga pengelolaan potensi daerah. Meski demikian, belum ada paparan rinci terkait hasil konkret maupun langkah implementatif dari diskusi tersebut.

Di sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, menyoroti pentingnya stabilitas ekonomi nasional di tengah tekanan global. Ia mengingatkan bahwa konflik geopolitik, termasuk di kawasan Timur Tengah, berpotensi mengganggu sektor perdagangan, energi, dan komunikasi.

“Stabilitas ekonomi harus terus kita jaga agar seluruh sektor tetap bergerak di tengah situasi global yang tidak menentu,” ujarnya.

AHY juga menekankan pentingnya integrasi konektivitas antarwilayah di kawasan Pawitandirogo. Menurutnya, potensi tiap daerah harus dikolaborasikan agar tidak berjalan parsial, terutama dalam sektor ekonomi dan pariwisata.

Selain proyek jalan tol, pemerintah juga mengungkap rencana pengaktifan kembali jalur kereta api sebagai alternatif penguatan konektivitas. Namun, rencana ini belum disertai kejelasan tahapan pelaksanaan maupun dukungan anggaran.

Sementara itu, Pemkab Magetan terus mendorong pengembangan sektor pariwisata, termasuk kawasan wisata Serangan, serta pembangunan sirkuit otomotif dan fasilitas pelatihan nasional. Langkah ini diiringi dengan pembukaan peluang investasi, meski transparansi terkait investor dan skema kerja sama belum dipublikasikan secara rinci.

Pemkab menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah daerah, pusat, dan diaspora menjadi kunci percepatan pembangunan. Namun, publik masih menunggu bukti konkret atas berbagai rencana strategis yang disampaikan, khususnya terkait proyek exit tol Kartoharjo yang dinilai berpotensi besar namun masih minim kepastian.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.