Empat Siswa SD di Lamongan Terjebur Sumur Sedalam 8 Meter

oleh -7 Dilihat
oleh
banner 468x60

LAMONGAN, Garudasatunews.id – Empat siswa kelas I sekolah dasar (SD) berusia sekitar tujuh tahun terjebur ke dalam sumur sedalam kurang lebih delapan meter di lingkungan sekolah di Kecamatan Modo, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Kamis (29/10/2026). Insiden terjadi saat jam istirahat, setelah penutup sumur berbahan cor beton yang mereka pijak jebol ketika digunakan untuk bermain dan melompat-lompat.

Keempat siswa berhasil dievakuasi melalui upaya bersama kepolisian, tenaga kesehatan, dan warga sekitar. Setelah mendapatkan pemeriksaan awal, mereka dibawa ke Puskesmas Modo untuk menjalani pemeriksaan medis. Berdasarkan informasi yang dihimpun sejumlah media, seluruh korban telah diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 09.40 WIB. Saat itu, keempat anak bermain di sekitar sumur yang berada di lingkungan sekolah. Mereka kemudian naik ke atas penutup beton dan melompat-lompat hingga konstruksi tersebut pecah dan menyebabkan mereka terjatuh ke dalam sumur yang dilaporkan hanya berisi sedikit air.

Penutup Sumur Jebol, Keselamatan Fasilitas Sekolah Disorot

Kepala sekolah yang mengetahui kejadian tersebut segera menghubungi Polsek Modo untuk meminta bantuan evakuasi. Kapolsek Modo AKP Witono Hariadi bersama sejumlah anggota kemudian mendatangi lokasi dan berkoordinasi dengan bidan desa serta warga setempat.

Proses evakuasi dilakukan secara bersama-sama hingga seluruh siswa berhasil diangkat dari dalam sumur. Para korban selanjutnya mendapatkan pemeriksaan awal sebelum dibawa ke Puskesmas Modo guna memastikan kondisi kesehatan mereka.

Kasihumas Polres Lamongan, IPDA M. Hamzaid, S.Pd., menyampaikan bahwa respons cepat petugas kepolisian, tenaga kesehatan, dan masyarakat membantu kelancaran proses penyelamatan.

Ia juga mengingatkan pihak sekolah dan orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama ketika jam istirahat dan saat bermain di lingkungan sekolah.

Evaluasi Keamanan Lingkungan Pendidikan

Insiden ini menjadi perhatian terhadap pentingnya pemeriksaan berkala fasilitas di lingkungan pendidikan, khususnya sumur, saluran air, dan area lain yang berpotensi membahayakan keselamatan siswa.

Kondisi penutup sumur yang jebol menegaskan pentingnya memastikan setiap fasilitas memiliki konstruksi yang kuat, aman, dan sesuai peruntukannya. Area berisiko juga perlu dilengkapi pengamanan agar tidak mudah diakses anak-anak.

Meski keempat siswa dilaporkan telah mendapatkan penanganan medis, evaluasi terhadap keamanan fasilitas sekolah tetap diperlukan untuk mencegah kejadian serupa terulang.

Pihak sekolah diharapkan memastikan fasilitas berbahaya segera diperbaiki dan mengupayakan pengawasan yang memadai. Orang tua serta masyarakat juga diimbau melaporkan apabila menemukan fasilitas yang berpotensi mengancam keselamatan anak.

Keselamatan peserta didik merupakan tanggung jawab bersama. Pencegahan melalui pemeriksaan sarana, pengamanan area berbahaya, dan pengawasan yang konsisten menjadi langkah penting untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan ramah anak.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.