Empat Pelajar Bobol Toko, Kerugian Capai Rp35 Juta

oleh -33 Dilihat
oleh
Empat Pelajar Bobol Toko, Kerugian Capai Rp35 Juta
Toko kelontong yang menjadi sasaran pencurian.
banner 468x60

MADIUN, Garudasatunews.id – Aksi pencurian toko kelontong di Kecamatan Wonoasri mengungkap fakta mencengangkan setelah empat pelaku yang diamankan polisi diketahui masih berstatus pelajar, dengan total kerugian korban ditaksir mencapai Rp35 juta.

Toko milik Sulastri (70), warga Desa Buduran, menjadi sasaran pembobolan pada Sabtu (28/3/2026) dini hari. Aksi tersebut baru terungkap saat korban membuka toko di pagi hari dan menemukan sejumlah barang dagangan serta uang tunai di laci telah hilang.

Rekaman kamera pengawas (CCTV) menjadi kunci pengungkapan kasus. Dari hasil pengecekan, terlihat jelas pergerakan para pelaku saat menjalankan aksinya, yang kemudian dilaporkan ke Polsek Wonoasri.

Petugas bergerak cepat dan berhasil mengamankan empat terduga pelaku berinisial AYA, DVR, FAA, dan ALW. Keempatnya diketahui masih berstatus pelajar, memunculkan kekhawatiran terkait keterlibatan usia muda dalam tindak kriminal.

Dalam penangkapan tersebut, polisi turut menyita barang bukti berupa beberapa slop rokok berbagai merek, dua unit telepon genggam, serta uang tunai sebesar Rp1.595.000.

Kapolsek Wonoasri, AKP Eka Supriyadi, mengungkapkan bahwa pelaku menjalankan aksinya dengan cara merusak akses masuk toko.

“Para pelaku masuk dengan mencongkel kaca pintu samping, kemudian mengambil barang dagangan dan uang tunai, lalu keluar melalui pintu depan,” ujarnya.

Modus ini mengindikasikan aksi yang telah direncanakan dengan memanfaatkan celah keamanan di sisi bangunan yang minim pengawasan.

Pihak kepolisian menyatakan kasus tersebut telah dilimpahkan ke Polres Madiun untuk proses penyidikan lanjutan dan pendalaman kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain.

“Penanganan kasus ini kami limpahkan ke Polres Madiun untuk proses hukum lanjutan,” tegasnya.

Kasus ini tidak hanya menyoroti lemahnya sistem pengamanan toko tradisional, tetapi juga menjadi alarm serius terkait meningkatnya keterlibatan pelajar dalam tindak kriminal di tingkat lokal.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.