Emil Dardak Kembali Pimpin MES Jatim 2026–2031

oleh -30 Dilihat
oleh
Emil Dardak Kembali Pimpin MES Jatim 2026–2031
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersama Wagub Emil Dardak
banner 468x60

SURABAYA, Garudasatunews.id – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak kembali dipercaya memimpin Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Jawa Timur periode 2026–2031. Emil dilantik bersama 85 pengurus wilayah MES Jatim dalam agenda pelantikan dan seminar yang berlangsung di Grand City Convention & Exhibition, Surabaya, Sabtu (26/9/2026).

Pelantikan tersebut dilakukan oleh Wakil Ketua Umum Pengurus Pusat MES sekaligus Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti. Seusai dilantik, Emil memimpin pembacaan ikrar seluruh pengurus baru MES Jawa Timur.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turut hadir dalam kegiatan tersebut. Ia menyampaikan apresiasi atas kembali terpilihnya Emil sebagai Ketua Umum MES Jatim sekaligus berharap organisasi tersebut semakin memperkuat pengembangan ekonomi syariah di Jawa Timur.

Khofifah menyebut Emil sebelumnya telah memimpin MES Jatim pada periode 2022–2025. Menurut Khofifah, pengalaman tersebut menjadi modal untuk melanjutkan penguatan kerja sama antarpelaku dalam ekosistem ekonomi syariah di daerah.

Sorotan berikutnya berada pada agenda penguatan halal value chain. Khofifah berharap MES Jatim dapat menghubungkan UMKM, industri halal, ekonomi pesantren, hingga sektor produktif lainnya dalam rantai nilai yang terintegrasi dari hulu sampai hilir.

Menurut Khofifah, pengembangan ekonomi syariah tidak cukup berhenti pada sertifikasi produk. Penguatan juga perlu menyentuh kualitas usaha, akses pembiayaan, proses produksi, hingga perluasan pasar agar manfaat ekonomi dapat dirasakan masyarakat.

Jawa Timur sendiri memiliki Komite Daerah untuk Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS). Dalam konteks tersebut, Emil menyebut MES memiliki posisi sebagai bagian dari masyarakat sipil yang memiliki basis keanggotaan luas dan dapat berkontribusi dalam ekosistem KDEKS.

Kepemimpinan Emil periode 2026–2031 dengan demikian menghadirkan tantangan untuk menerjemahkan agenda ekonomi syariah ke dalam program yang berdampak pada pelaku usaha dan masyarakat. Fokus tersebut mencakup penguatan UMKM, industri halal, literasi keuangan syariah, pembiayaan, serta perluasan akses pasar.

Penguatan ekonomi syariah juga menjadi bagian dari agenda MES Jatim sebelumnya. Dalam periode terdahulu, Emil mendorong percepatan sertifikasi halal, literasi ekonomi syariah, serta penguatan inklusivitas melalui kerja sama dengan perbankan dan lembaga keuangan.

Dengan terbentuknya kepengurusan baru, perhatian publik selanjutnya berada pada implementasi program MES Jatim selama lima tahun ke depan, terutama sejauh mana kolaborasi pemerintah, dunia usaha, pesantren, akademisi, lembaga keuangan, dan pelaku UMKM dapat menghasilkan penguatan ekonomi syariah yang terukur.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.