EMCL Perkuat Keselamatan Jalur Pipa di Tuban

oleh -62 Dilihat
oleh
EMCL Perkuat Keselamatan Jalur Pipa di Tuban
ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bersama Yayasan ELSAL menggelar Sosialisasi Keamanan dan Keselamatan Jalur Pipa di Kabupaten Tuban.
banner 468x60

TUBAN, Garudasatunews.id – ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bersama Yayasan ELSAL Indonesia memperkuat upaya pengamanan jalur pipa distribusi minyak mentah Lapangan Banyu Urip melalui kegiatan sosialisasi keamanan dan keselamatan jalur pipa di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Rabu (01/07/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari koordinasi lintas sektor untuk menjaga keamanan jalur pipa sepanjang 72 kilometer yang merupakan salah satu infrastruktur pendukung distribusi energi.

Forum sosialisasi dihadiri perwakilan organisasi perangkat daerah, badan usaha milik daerah, pemerintah kecamatan, Perhutani, PLN, serta kelompok tani yang memanfaatkan lahan di sekitar jalur pipa. Pertemuan itu difokuskan pada penyamaan pemahaman mengenai standar keselamatan dan pemanfaatan lahan yang berada di sekitar objek vital nasional.

Direktur ELSAL Indonesia, Imam Muqroni, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan sinergi antara pengelola jalur pipa, pemerintah daerah, dan masyarakat, sekaligus memperkuat penerapan protokol keselamatan di kawasan yang juga menjadi lahan produktif pertanian.

Menurut Imam, program pendampingan petani yang dijalankan sepanjang 2026 tidak hanya berorientasi pada peningkatan produktivitas, tetapi juga mengedepankan aspek keselamatan. Sejumlah program yang telah dilaksanakan meliputi pembentukan kas tani, pembangunan balai rumah produksi, pengolahan pupuk berbasis 75 persen bahan organik, serta edukasi keselamatan bagi masyarakat yang beraktivitas di sekitar jalur pipa.

Selain itu, ELSAL Indonesia sebagai mitra EMCL menyiapkan berbagai program lanjutan, antara lain edukasi keselamatan jalur pipa secara berkala kepada kelompok tani, pelatihan pembuatan pestisida nabati bersama BUM Desa dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Kepohagung, serta pembangunan balai produksi pupuk organik (bokashi) sebagai pusat pembelajaran pertanian berkelanjutan.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP2P) Kabupaten Tuban, Ulfa Mei Sayekti, mengapresiasi kolaborasi tersebut. Ia menilai kesamaan persepsi seluruh pemangku kepentingan sangat penting dalam mengelola lahan di sekitar jalur pipa agar aktivitas pertanian tetap berjalan tanpa mengabaikan aspek keselamatan.

Sementara itu, perwakilan EMCL, Rifqi Romadhon, menegaskan bahwa keamanan operasional sektor hulu minyak dan gas bumi memerlukan dukungan pengawasan partisipatif dari seluruh pihak yang beraktivitas di sekitar jalur pipa. Menurutnya, pemahaman mengenai batas kedalaman galian serta larangan mendirikan bangunan di atas jalur pipa menjadi langkah pencegahan untuk meminimalkan risiko gangguan terhadap operasional dan distribusi energi.

Ia menambahkan, komunikasi dan koordinasi yang berkelanjutan antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga keselamatan infrastruktur migas. Dengan demikian, program pertanian berkelanjutan di sekitar jalur pipa diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memastikan pemanfaatan lahan berlangsung sesuai ketentuan keselamatan.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.