Ekspor Lamongan Dibidik Naik 10 Persen

oleh -47 Dilihat
oleh
Ekspor Lamongan Dibidik Naik 10 Persen
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, bersama stakeholder terkait, melepas ekspor berbagai produk unggulan Lamongan di depan GOR Lamongan, Rabu (10/6/2026).
banner 468x60

LAMONGAN, Garudasatunews.id – Pemerintah Kabupaten Lamongan resmi melepas ekspor perdana tahun 2026 dengan memberangkatkan lima kontainer berisi berbagai produk unggulan daerah ke sejumlah negara tujuan. Pelepasan ekspor tersebut sekaligus menandai dimulainya Lamongan Exportiva Season III, program yang difokuskan untuk memperluas akses pasar internasional bagi pelaku usaha lokal dan UMKM.

Produk yang diekspor meliputi hasil industri manufaktur, furnitur, kain tenun, produk perikanan, hingga aneka makanan dan minuman olahan. Komoditas tersebut akan dipasarkan ke sejumlah negara, di antaranya Jepang, China, Amerika Serikat, dan beberapa negara di kawasan Asia Tenggara.

Sejumlah perusahaan dan pelaku usaha yang terlibat dalam ekspor perdana tersebut antara lain PT Bumi Menara Internusa (BMI) sektor perikanan, PT Shoetown Mustika Indonesia industri sepatu merek New Balance, PT Buildyet Indonesia produsen sepatu Puma, PT Quality Works sektor furnitur, serta sejumlah UMKM seperti Koko Nono, Kirana Food, Tikar Ansa, dan Tenun Paradila.

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengatakan tingginya minat pasar terhadap produk lokal menjadi peluang yang perlu dimanfaatkan secara optimal. Menurutnya, kebutuhan eksportir terhadap produk UMKM terus meningkat seiring berkembangnya jaringan perdagangan global.

“Minat para eksportir terhadap produk kita cukup besar. Beberapa waktu lalu, saya juga berjumpa dengan beberapa eksportir yang ternyata banyak membutuhkan barang-barang UMKM. Event ini kita harapkan mampu menggairahkan dan mendorong produk-produk Lamongan agar bisa menembus pasar global, sehingga turut menyumbangkan devisa bagi negara,” ujar Yuhronur usai pelepasan ekspor di kawasan GOR Lamongan, Rabu (10/6/2026).

Pemerintah daerah, lanjut Yuhronur, akan terus melakukan pembinaan terhadap pelaku UMKM guna meningkatkan kualitas produk, kapasitas produksi, serta daya saing agar mampu memenuhi kebutuhan pasar ekspor yang semakin kompetitif.

Menurut data pemerintah daerah, sejumlah produk UMKM Lamongan saat ini telah berhasil masuk ke jaringan ritel modern. Selain itu, pelaku usaha lokal juga didorong menjadi bagian dari rantai pasok industri yang berkembang di Kabupaten Lamongan.

Masuknya berbagai investasi industri ke Lamongan dinilai membuka peluang baru bagi pelaku usaha daerah untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan standar kualitas produk sesuai kebutuhan pasar internasional.

Dalam kesempatan tersebut, Pemkab Lamongan juga mengungkap target peningkatan nilai ekspor daerah pada tahun 2026. Setelah mencatat nilai ekspor sebesar Rp38 triliun pada tahun 2025, pemerintah daerah menargetkan adanya pertumbuhan ekspor pada tahun ini.

“Kita harapkan ada peningkatan. Setidaknya bisa bertambah sekitar 10 persen dibandingkan capaian tahun sebelumnya,” kata Yuhronur.

Target tersebut menjadi salah satu indikator kinerja sektor perdagangan dan industri daerah, sekaligus mengukur efektivitas berbagai program penguatan UMKM dan pengembangan pasar ekspor yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Lamongan sepanjang tahun 2026.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.