Ekonomi Jatim Tumbuh 1,70 Persen, Tertinggi di Jawa

oleh -230 Dilihat
Ekonomi Jatim Tumbuh 1,70 Persen, Tertinggi di Jawa
“Alhamdulillah, secara (q-to-q) ekonomi Jatim tumbuh 1,70%, angka ini adalah pertumbuhan ekonomi tertinggi se-Pulau Jawa. Ini menunjukkan daya tahan dan soliditas ekonomi Jatim yang luar biasa,” kata Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, di Surabaya,
banner 468x60

SURABAYA, Garudasatunews.id – Perekonomian Jawa Timur pada Triwulan III 2025 tumbuh 1,70 persen secara quarter to quarter (q-to-q). Capaian tersebut menjadi yang tertinggi di Pulau Jawa dan melampaui pertumbuhan ekonomi nasional.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis 5 November 2025 mencatat, pertumbuhan ekonomi nasional pada periode yang sama sebesar 1,43 persen q-to-q. Sementara secara year on year (y-on-y), ekonomi Jawa Timur tumbuh 5,22 persen, lebih tinggi dibandingkan nasional yang tercatat 5,04 persen.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut capaian tersebut menunjukkan ketahanan ekonomi daerah di tengah tekanan global dan kebijakan efisiensi anggaran pemerintah.

“Secara q-to-q, ekonomi Jawa Timur tumbuh 1,70 persen dan menjadi yang tertinggi se-Pulau Jawa,” ujar Khofifah di Surabaya, Selasa (11/11/2025).

Khofifah menjelaskan, Jawa Timur menjadi penyumbang perekonomian terbesar kedua di Pulau Jawa dengan kontribusi 25,65 persen, serta berkontribusi 14,54 persen terhadap perekonomian nasional.

Dari sisi lapangan usaha, industri pengolahan menjadi sumber pertumbuhan terbesar dengan kontribusi 1,87 persen. Pertumbuhan tertinggi tercatat pada sektor pengadaan listrik dan gas sebesar 9,18 persen. Dari sisi pengeluaran, komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh 5,25 persen.

Sementara dari sisi produksi, jasa perusahaan tumbuh tertinggi sebesar 9,89 persen. Komponen ekspor barang dan jasa juga mencatat pertumbuhan signifikan sebesar 7,19 persen.

Menurut Khofifah, pertumbuhan q-to-q didorong sektor pertanian seiring masuknya masa panen tebu dan tembakau, peningkatan distribusi listrik dan gas, percepatan proyek infrastruktur, serta realisasi investasi.

Adapun pertumbuhan y-on-y dipengaruhi oleh peningkatan investasi, kenaikan jumlah wisatawan nusantara, dan meningkatnya ekspor luar negeri, khususnya komoditas perhiasan dan permata.

BPS juga mencatat nilai ekspor Jawa Timur pada Januari–September 2025 meningkat 20,23 persen secara cumulative to cumulative (c-to-c) dengan nilai mencapai USD 3,86 miliar. Neraca perdagangan Jawa Timur tercatat surplus sebesar USD 1,33 miliar.

“Negara tujuan ekspor nonmigas masih didominasi Swiss, Tiongkok, dan Amerika Serikat,” kata Khofifah.

Selain ekspor luar negeri, perdagangan antarprovinsi juga meningkat melalui misi dagang ke sejumlah daerah, dengan transaksi tertinggi tercatat di Nusa Tenggara Timur mencapai Rp 1,882 triliun.(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.