Dukungan PESONAS 2026 Disorot, Dana dan Akses Dipertanyakan

oleh -49 Dilihat
oleh
Dukungan PESONAS 2026 Disorot, Dana dan Akses Dipertanyakan
Panitia Pekan Special Olympics Nasional (PESONAS) bertemu Wamen Komdigi
banner 468x60

YOGYAKARTA, Garudasatunews.id – Upaya penggalangan dukungan untuk penyelenggaraan Pekan Special Olympics Nasional (PESONAS) 2026 di Kupang, Nusa Tenggara Timur, mulai digencarkan. Salah satunya melalui agenda gala dinner yang diinisiasi Special Olympics Indonesia (SOIna), namun di balik itu muncul sorotan terkait kesiapan pendanaan dan akses atlet disabilitas dari daerah.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI, Nezar Patria, menerima audiensi panitia di kediamannya, Kamis (26/3/2026). Dalam pertemuan tersebut, ia menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif kemanusiaan yang diusung panitia, sekaligus membuka peluang keterlibatan dalam struktur dewan pengarah.

Panitia menyebut, gala dinner menjadi instrumen utama untuk menghimpun dukungan publik, khususnya dalam menutup kebutuhan biaya keberangkatan atlet, pelatih, dan ofisial dari berbagai daerah yang dinilai masih menghadapi keterbatasan anggaran.

Data yang disampaikan menunjukkan sekitar 5,2 juta penyandang disabilitas intelektual di Indonesia berpotensi menjadi bagian dari pembinaan olahraga inklusif. Namun, keterbatasan pembiayaan disebut masih menjadi kendala utama dalam memastikan partisipasi merata dari seluruh daerah.

Perwakilan panitia, Hari Subagyo, menegaskan bahwa penggalangan dana dilakukan secara terbuka dan wajib dipertanggungjawabkan kepada publik. Ia mengakui kebutuhan biaya selama pelaksanaan ajang berskala nasional tersebut cukup besar, terutama untuk kontingen dari wilayah dengan kemampuan fiskal terbatas.

Agenda gala dinner direncanakan berlangsung di Auditorium RRI Jakarta pada 22 Mei 2026, dengan menampilkan karya seni dan kreativitas penyandang disabilitas sebagai bagian dari kampanye sosial sekaligus penggalangan dana.

Di sisi lain, panitia juga mulai mengandalkan platform digital berbasis crowdfunding guna memperluas jangkauan donasi publik. Langkah ini dinilai penting untuk menutup celah pembiayaan sekaligus menguji sejauh mana kepedulian masyarakat terhadap olahraga inklusif.

Meski demikian, efektivitas strategi penggalangan dana ini masih menjadi perhatian, mengingat kebutuhan riil di lapangan yang tidak sedikit dan bergantung pada partisipasi publik secara sukarela.

Keterlibatan pemerintah, sektor swasta, hingga tokoh publik dinilai akan menjadi faktor penentu keberhasilan PESONAS 2026, tidak hanya sebagai ajang olahraga, tetapi juga sebagai indikator komitmen terhadap inklusivitas dan kesetaraan akses bagi penyandang disabilitas di Indonesia. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.