JOMBANG, Garudasatunews.id – Dukungan terhadap KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam untuk maju sebagai calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terus menguat, kali ini datang dari kalangan alumni Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar, Jombang.
Dorongan tersebut disampaikan secara terbuka oleh Ikatan Keluarga Alumni pesantren setempat, yang menilai Gus Salam memiliki kapasitas keilmuan, pengalaman organisasi, serta legitimasi kultural yang kuat di lingkungan pesantren.
Pembina alumni, Sholahudin Fathurohman, menyebut dukungan diberikan setelah melalui pertimbangan internal.
“Kami sepakat meminta beliau untuk maju. Secara keilmuan dan kapabilitas, kami tidak meragukan,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).
Namun, dukungan ini ditegaskan hanya bersifat moral karena alumni tidak memiliki hak suara dalam forum Muktamar NU. Secara formal, penentuan kepemimpinan tetap berada di tangan struktur resmi organisasi.
Meski demikian, muncul pertanyaan terkait dampak nyata dukungan moral tersebut dalam dinamika internal NU. Dalam praktiknya, dukungan kelompok alumni kerap menjadi bagian dari konsolidasi kekuatan yang dapat memengaruhi arah preferensi di tingkat pengurus wilayah dan cabang.
Fenomena ini memperlihatkan bahwa kontestasi menjelang muktamar tidak hanya berlangsung di ruang formal, tetapi juga melalui jejaring kultural dan sosial yang mengakar di lingkungan pesantren.
Di sisi lain, narasi dukungan berbasis kapasitas dan integritas perlu diuji secara terbuka agar tidak sekadar menjadi legitimasi simbolik dalam kontestasi kepemimpinan.
Publik kini menyoroti sejauh mana dukungan semacam ini akan bertransformasi menjadi kekuatan riil dalam proses pemilihan, serta bagaimana transparansi dan akuntabilitas dijaga dalam menentukan arah kepemimpinan organisasi keagamaan terbesar di Indonesia tersebut. (Red-Garudasatunews)
















