Dukung Kemandirian Ekonomi Nelayan Kepulauan, SKK Migas-KEI Salurkan Bantuan Program MANDALA di Sumenep.

oleh -26 Dilihat
oleh
banner 468x60

IMG-20261009-WA0003

SUMENEP, Garudasatunews.id — Keterbatasan sarana melaut masih menjadi tantangan utama bagi nelayan di wilayah kepulauan. Menjawab persoalan tersebut, SKK Migas bersama Kangean Energy Indonesia (KEI) menyalurkan bantuan sarana perikanan melalui Program MANDALA (Mandiri untuk Perikanan Tangkap dan Budidaya) 2026 guna menjaga produktivitas dan memperkuat perekonomian warga di Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, Madura.

​Program yang menjadi bagian dari agenda Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) 2026 di sekitar wilayah operasi Pagerungan ini menjangkau lima desa penerima manfaat. Bantuan yang disalurkan disesuaikan dengan kebutuhan lokal, mulai dari mesin tempel, sampan fiber, hingga perlengkapan alat tangkap ikan.

​Rincian alokasi bantuan tersebut meliputi :
– ​Desa Sabuntan: Mesin tempel untuk 84 nelayan.
– ​Desa Pagerungan Kecil: Mesin tempel untuk 52 nelayan.
– ​Desa Paliat: Mesin tempel untuk 37 nelayan.
– ​Desa Sadulang: 22 unit sampan fiber untuk nelayan kurang mampu.
– ​Desa Sapeken: 4 unit bantuan paket sarana alat tangkap ikan.

​Sekretaris Desa Sadulang, Bustamil Arifin, mengapresiasi kontribusi berkelanjutan dari SKK Migas-KEI yang dinilainya sangat dirasakan manfaatnya oleh warga pesisir.

​”Dukungan ini sangat berdampak bagi warga kami. Ini bukan kali pertama program direalisasikan. Saya berpesan agar bantuan sampan ini dirawat dengan baik, dan kami berharap kerja sama ini terus berkelanjutan,” ujar Bustamil, Jumat (9/10).

​Manfaat langsung juga dirasakan oleh Faisal, nelayan asal Pulau Salarangan, Desa Sadulang. Menurutnya, bantuan sampan fiber jauh lebih memadai dibanding perahu kayu yang selama ini digunakannya.
​”Tentu saya sangat bersyukur, karena sampan fiber ini kualitasnya jauh lebih tahan lama dibandingkan sampan kayu yang biasa kami pakai untuk melaut,” ungkap Faisal.

​Pemerintah setempat turut menekankan pentingnya menjaga sarana yang telah diberikan serta mendukung kelancaran operasional perusahaan. Kepala Desa Pagerungan Kecil, Halilurahman, mengimbau warga memanfatkan mesin tempel secara optimal dan memeliharanya dengan baik.

​”Penting bagi kita untuk selalu mendukung kelancaran usaha SKK Migas-KEI di wilayah ini. Jika operasional mereka berhasil, tentu dampaknya juga akan kembali kepada masyarakat,” tuturnya.

​Sinergi antara pemangku kepentingan juga menjadi perhatian Camat Sapeken, Hamka. Ia menegaskan pihak kecamatan turun langsung mengawasi alokasi bantuan agar tepat sasaran dan memberikan dampak jangka panjang.
​”Saya cek secara langsung di lapangan agar program ini benar-benar tepat sasaran. Saya juga meminta Pemerintah Desa (Pemdes) terus memantau penggunaan sarana ini. Langkah ini merupakan bentuk kolaborasi Pemkab Sumenep dan SKK Migas-KEI dalam membina serta membantu nelayan,” tegas Hamka.

​Sementara itu, Manager Public & Government Affairs (PGA) KEI, Kampoi Naibaho, menegaskan bahwa masyarakat nelayan merupakan mitra strategis di sekitar wilayah operasi perusahaan.
​”Melalui Program MANDALA, kami berkomitmen mendukung peningkatan pendapatan dan kemandirian ekonomi nelayan. Kolaborasi ini diharapkan dapat terus berjalan harmonis dan saling mendukung,” pungkas Kampoi.

​Melalui pengawasan ketat dari pemerintah desa dan komitmen pemanfaatan oleh masyarakat, bantuan sarana produksi ini diharapkan tidak sekadar menjadi stimulus sesaat, melainkan mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat Sapeken secara berkelanjutan. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.