Duka Balita Meninggal Terkendala Biaya, Ombudsman RI Terjunkan Tim Gelar Sidak Periksa Total RSUD Pamekasan

oleh -52 Dilihat
oleh
banner 468x60

IMG-20260928-WA0015

PAMEKASAN, Garudasatunews.id — Ombudsman Republik Indonesia (ORI) menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD dr. H. Slamet Martodirdjo (Smart) Pamekasan pada Senin (28/9/2026). Langkah ini dilakukan untuk menguji secara langsung tingkat kepatuhan dan kualitas pelayanan publik di rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Pamekasan tersebut.

​Kedatangan tim verifikasi ORI menyasar sejumlah unit pelayanan utama sejak pagi hingga siang hari. Evaluasi menyeluruh ini bertujuan memastikan masyarakat memperoleh hak layanan kesehatan yang responsif, transparan, dan sesuai standar pelayanan minimum.

​Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Smart Pamekasan, Syaiful Hidayat, membenarkan adanya pemeriksaan lapangan tersebut. Kendati demikian, pihak manajemen belum dapat membeberkan hasil temuan awal karena proses verifikasi masih berjalan.
​”Hari ini proses pemeriksaan masih berlangsung, jadi hasil penilaian dari Ombudsman belum bisa kita ketahui. Saat ini tim masih melakukan peninjauan, jadi kita tunggu saja prosesnya selesai,” ujar Syaiful saat dikonfirmasi, Senin (28/9/2026).

​Syaiful menegaskan bahwa jajaran RSUD Smart bersikap kooperatif dan terus mendampingi tim evaluator agar seluruh data serta dokumen pendukung tersaji secara presisi dan akuntabel. Pihaknya berjanji akan menyampaikan hasil akhir peninjauan ini secara terbuka kepada publik.
​”Besok akan kami informasikan hasilnya kepada media dan masyarakat,” tegasnya.

​Sidak berkala yang dilakukan Ombudsman RI ini menjadi sorotan krusial untuk mengukur kepatuhan regulasi sekaligus mendesak perbaikan mutu layanan kesehatan daerah. Hasil evaluasi lapangan ini nantinya akan menjadi salah satu indikator utama dalam menggambarkan potret kualitas pelayanan publik di Kabupaten Pamekasan.

​Latar Belakang Peristiwa
​Langkah pengawasan ketat oleh instansi pengawas pelayanan publik ini mengemuka di tengah sorotan publik atas insiden tragis yang menimpa warga setempat.

​Sebelumnya, MGF, seorang balita berusia tiga tahun asal Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, dilaporkan meninggal dunia pada Selasa (22/9/2026) malam. MGF sempat mengalami keterlambatan penanganan medis yang memadai dan hanya dirawat seadanya di rumah akibat keterbatasan ekonomi keluarga.

​Setelah dilarikan ke RSUD Mohammad Noer Pamekasan dan menerima perawatan darurat di Unit Gawat Darurat (UGD), tim medis menyatakan balita tersebut membutuhkan penanganan lanjutan fasilitas penunjang CT Scan. Pihak rumah sakit memberikan opsi rujukan ke RSUD dr. Mohammad Zyn Sampang atau RSUD dr. Soetomo Surabaya. Demi mengakses jaminan layanan kesehatan gratis, keluarga akhirnya memilih rujukan ke RSUD dr. Soetomo Surabaya sebelum pasien mengembuskan napas terakhir.
(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.