Dugaan Penimbunan Solar Subsidi 2 Ton Terungkap

oleh -72 Dilihat
oleh
Dugaan Penimbunan Solar Subsidi 2 Ton Terungkap
Barang bukti berupa BBM subdisi yang diamankan dari tersangka
banner 468x60

PROBOLINGGO, Garudasatunews.id – Dugaan praktik penimbunan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar kembali mencuat di Kabupaten Probolinggo. Seorang warga berinisial M yang berdomisili di Blok Kukun, Desa Pohsangit Leres, Kecamatan Sumberasih, diduga menyimpan sekitar dua ton solar subsidi di area pekarangan rumahnya.

Temuan tersebut terungkap setelah seorang anggota Babinsa Desa Pohsangit Leres menemukan indikasi aktivitas mencurigakan saat melaksanakan tugas pemantauan wilayah pada Jumat (29/5/2026) siang. Dugaan penyimpanan BBM subsidi dalam jumlah besar itu kini menjadi perhatian aparat karena berpotensi mengarah pada pelanggaran distribusi energi bersubsidi.

Serda Kasmun, Babinsa setempat, mengungkapkan bahwa kecurigaan bermula saat dirinya melintas usai melakukan pemantauan program renovasi rumah tidak layak huni (RTLH). Saat itu, ia melihat sebuah kendaraan yang terparkir dengan kondisi mencurigakan karena tampak membawa muatan berat.

Ketika dilakukan pengecekan lebih dekat, Serda Kasmun menemukan tandon berukuran besar di dalam kendaraan tersebut. Aroma solar yang menyengat dari dalam kendaraan semakin memperkuat dugaan adanya penyimpanan BBM dalam jumlah besar.

“Saya lihat mobil itu seperti bermuatan berat. Setelah saya dekati dan melihat dari kaca samping, ada tandon di dalamnya. Saat saya buka sedikit kaca kendaraan, tercium aroma solar yang sangat kuat. Setelah dicek, ternyata memang berisi solar,” ujar Serda Kasmun, Sabtu (30/5/2026).

Pemeriksaan kemudian berlanjut ke sekitar lokasi. Di area pekarangan rumah, ditemukan sejumlah jeriken dan galon berkapasitas besar yang diduga digunakan sebagai sarana penampungan solar subsidi. Jumlah BBM yang ditemukan diperkirakan mencapai sekitar dua ton.

Besarnya volume solar yang diduga disimpan tersebut memunculkan sejumlah pertanyaan terkait tujuan penyimpanan, asal-usul perolehan BBM, serta kemungkinan adanya rantai distribusi yang tidak sesuai ketentuan. Aparat kini mendalami berbagai aspek untuk memastikan ada atau tidaknya unsur pelanggaran hukum dalam kasus tersebut.

Atas temuan itu, Serda Kasmun segera melaporkan kepada komando atas dan berkoordinasi dengan pemerintah desa serta Bhabinkamtibmas. Tidak lama kemudian, personel Polsek Sumberasih mendatangi lokasi guna melakukan pemeriksaan dan pengamanan awal.

Dalam proses penanganan, petugas mengamankan sebagian barang bukti berupa tiga jeriken berisi solar ke Mapolsek Sumberasih. Namun, proses evakuasi seluruh barang bukti belum dapat dilakukan karena kendaraan yang diduga digunakan untuk mengangkut BBM tersebut tidak dapat dioperasikan saat pemeriksaan berlangsung.

“Barang bukti yang sempat dibawa hanya tiga jeriken menggunakan kendaraan lain. Mobil yang diduga digunakan pelaku tidak bisa dinyalakan, sehingga sebagian besar solar masih berada di lokasi saat pemeriksaan berlangsung,” kata Kasmun.

Kasus ini menjadi sorotan karena solar subsidi merupakan komoditas yang pendistribusiannya diawasi secara ketat oleh pemerintah. Penyalahgunaan distribusi BBM subsidi berpotensi merugikan keuangan negara sekaligus mengurangi hak masyarakat yang berhak menerima manfaat subsidi.

Hingga Sabtu sore, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan dan pendalaman terkait kepemilikan BBM, jalur distribusi, serta dugaan adanya praktik pengumpulan solar subsidi secara terorganisir. Sejumlah warga sekitar mengaku terkejut atas temuan tersebut karena aktivitas di lokasi selama ini berlangsung tertutup dari perhatian publik.

Penyelidikan kini diarahkan untuk mengungkap apakah penyimpanan sekitar dua ton solar subsidi tersebut hanya sebatas penampungan sementara atau merupakan bagian dari dugaan jaringan distribusi ilegal yang selama ini belum terdeteksi aparat penegak hukum.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.