Dugaan Kasus Megakorupsi PLN, Asabri, dan Krakatau Steel, Tim Gabungan Polri Geledah Delapan Lokasi atas Instruksi Presiden.

oleh -27 Dilihat
oleh
banner 468x60

 

JAKARTA, Garudasatunews.id – Tim gabungan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri bersama Polda Metro Jaya bergerak cepat mengusut tiga klaster dugaan kasus megakorupsi. Sebanyak delapan lokasi digeledah secara serentak pada Rabu (8/7/2026), termasuk sebuah kafe dan money changer di kawasan Cipete, Jakarta Selatan.

 

 

Operasi skala besar ini membidik dugaan tindak pidana korupsi, suap, gratifikasi, hingga Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang menyeret nama-nama besar institusi seperti PT PLN (Persero), PT Asabri (Persero), dan PT Krakatau Steel.

 

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengonfirmasi bahwa penggeledahan dilakukan untuk mengamankan alat bukti di beberapa titik krusial.

“Kortastipidkor bersama Polda Metro Jaya melakukan penggeledahan secara serempak di delapan lokasi, termasuk di Cafe De’Klan dan Koin Money Changer,” ujar Budi di Jakarta.

 

 

Tiga Klaster Kasus yang Dibidik :

Menurut Budi, operasi ini mencakup tiga objek perkara besar, yaitu :

1. Klaster PLN: Dugaan korupsi pasokan batu bara yang berdampak pada pemadaman listrik massal (blackout).

2. Klaster Asabri & Jiwasraya (Periode 2020–2025) : Dugaan korupsi dan TPPU yang melibatkan oknum penyelenggara negara dalam proses penanganan perkara hukum kedua institusi tersebut.

3. Klaster Krakatau Steel : Dugaan tindak pidana pencucian uang dalam proses penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI periode 2020–2025.

 

 

Langkah tegas ini, lanjut Budi, merupakan bentuk komitmen nyata kepolisian dalam menindaklanjuti instruksi Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan pemberantasan korupsi sebagai prioritas utama pemerintahan.

 

 

Sementara itu, Kepala Kortastipidkor Polri, Irjen Pol Totok Suharyanto, menjelaskan bahwa penanganan perkara ini menggunakan mekanisme investigasi bersama (joint investigation).

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Kombes Pol Victor Dean Mackbon, menambahkan bahwa penyidikan ini bergerak berdasarkan dua laporan polisi utama. Fokus utama saat ini adalah pemenuhan alat bukti melalui penggeledahan maraton tersebut.

 

 

“Langkah yang kami lakukan hari ini adalah upaya pemenuhan alat bukti. Ada delapan lokasi yang kami geledah,” tegas Victor.

Saat ini, penyidik masih terus mengumpulkan dokumen dan barang bukti dari lokasi penggeledahan guna mengurai benang merah aliran dana haram tersebut.(Adc)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.