Dua Tahun SDN Nailan Tanpa Siswa Baru

oleh -26 Dilihat
oleh
Dua-Tahun-SDN-Nailan-Tanpa-Siswa-Baruu
Dua-Tahun-SDN-Nailan-Tanpa-Siswa-Baruu
banner 468x60

PONOROGO, Garudasatunews.id – SD Negeri Nailan, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo, kembali tidak menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada awal tahun ajaran 2026/2027. Penyebabnya, sekolah tersebut tidak memperoleh satu pun peserta didik baru sehingga tidak ada siswa kelas 1 yang mengikuti kegiatan tersebut. Kondisi ini menandai dua tahun berturut-turut sekolah itu gagal menerima siswa baru.

Data sekolah menunjukkan krisis peserta didik di SD Negeri Nailan semakin nyata. Saat ini sekolah hanya memiliki 13 siswa aktif, terdiri atas tujuh siswa kelas 6, dua siswa kelas 5, satu siswa kelas 4, dan tiga siswa kelas 3. Sementara kelas 2 dan kelas 1 tidak memiliki siswa sama sekali.

Situasi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai keberlangsungan layanan pendidikan dasar di sekolah negeri tersebut. Hingga kini belum ada penjelasan resmi dari pihak sekolah mengenai langkah yang akan ditempuh untuk mengatasi terus menurunnya jumlah peserta didik.

Saat ditemui, kepala sekolah maupun guru SD Negeri Nailan memilih tidak memberikan keterangan terkait absennya siswa baru pada tahun ajaran ini. Sikap tersebut membuat penjelasan mengenai kondisi sekolah disampaikan oleh Pemerintah Desa Nailan.

Kepala Desa Nailan, Nurhadi, mengatakan minimnya jumlah siswa dipengaruhi posisi desa yang dikelilingi sejumlah lembaga pendidikan lain, termasuk pondok pesantren dan Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN). Kondisi tersebut membuat masyarakat memiliki banyak alternatif sekolah dasar dengan jarak yang relatif dekat.

Menurut Nurhadi, kecenderungan orang tua saat ini lebih memilih sekolah yang menawarkan penguatan pendidikan agama. Faktor tersebut disebut menjadi alasan utama calon peserta didik lebih banyak mendaftar ke MIN dibandingkan SD Negeri Nailan.

“Pola pilihan masyarakat sekarang lebih mengarah ke sekolah dasar yang memiliki penguatan pendidikan agama, sehingga banyak yang memilih MIN,” ujar Nurhadi, Senin (13/7/2026).

Pemerintah Desa Nailan, lanjutnya, telah berupaya menjaga keberlangsungan SD Negeri Nailan melalui pembinaan peserta didik sejak jenjang pendidikan usia dini. Anak-anak dari playgroup diarahkan melanjutkan ke taman kanak-kanak di desa setempat. Namun setelah lulus, sebagian besar orang tua tetap memilih menyekolahkan anak mereka ke lembaga pendidikan lain.

Selain persaingan dengan sekolah sekitar, potensi calon peserta didik di Desa Nailan juga dinilai sangat terbatas. Berdasarkan data pemerintah desa, jumlah anak usia masuk sekolah dasar tahun ini hanya sekitar enam hingga tujuh orang. Jumlah tersebut dinilai belum mampu mendongkrak penerimaan peserta didik baru di SD Negeri Nailan.

Meski menghadapi penurunan jumlah siswa selama dua tahun terakhir, Pemerintah Desa Nailan berharap SD Negeri Nailan tetap dapat dipertahankan sebagai bagian dari layanan pendidikan dasar bagi masyarakat desa. Namun, tanpa adanya penambahan peserta didik baru dan langkah penanganan yang terukur dari pemangku kebijakan, tantangan keberlangsungan operasional sekolah tersebut diperkirakan akan semakin besar pada tahun-tahun mendatang.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.