Drainase Jebol, 30 Rumah Wonosari Tergenang

oleh -83 Dilihat
oleh
Drainase Jebol, 30 Rumah Wonosari Tergenang
Banjir melanda kawasan Pasar Wonosari Bondowoso, Senin (2/3/2026) malam. (BPBD Bondowoso)
banner 468x60

BONDOWOSO, Garudasatunews.id – Hujan deras yang mengguyur wilayah Bondowoso, Senin (2/3/2026) sore, memicu luapan drainase di kawasan Pasar Wonosari hingga merendam sedikitnya 30 rumah warga di dua desa. Ketinggian air dilaporkan mencapai 30 hingga 50 sentimeter, memaksa warga berjibaku menyelamatkan barang berharga dari genangan.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 18.30 WIB di Jalan Raya Situbondo, tepatnya di area Pasar Wonosari, Desa/Kecamatan Wonosari. Air meluap dari saluran drainase yang diduga tak mampu menampung debit hujan tinggi dalam waktu singkat.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bondowoso menerima laporan warga melalui pesan WhatsApp sekitar pukul 19.00 WIB. Tim langsung diterjunkan untuk asesmen dan penanganan darurat di lokasi terdampak.

Kepala Pelaksana BPBD Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo, menyebut kombinasi curah hujan tinggi dan kapasitas drainase yang terbatas menjadi pemicu utama banjir. Ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun kerugian material masih dalam pendataan.

Data sementara mencatat 25 rumah terdampak di RT 25 dan RT 26 RW 8 Dusun Krajan Timur, Desa Wonosari—terdiri dari 22 rumah di RT 25 dan tiga rumah di RT 26. Sementara di Dusun Pasar RT 07 Desa Kapuran, lima rumah ikut terendam.

Tim gabungan dari BPBD, Polres Bondowoso, Kodim 0822, PMI, relawan, serta aparat kecamatan dan desa melakukan penyedotan air dan membantu warga membersihkan rumah. Sekitar pukul 21.02 WIB, air dilaporkan mulai surut dengan sisa genangan 20–30 sentimeter dan terus menurun.

Meski air berangsur surut, peristiwa ini kembali memunculkan pertanyaan soal kapasitas dan perawatan sistem drainase di kawasan padat aktivitas seperti Pasar Wonosari. Evaluasi teknis terhadap daya tampung saluran air dinilai mendesak untuk mencegah banjir serupa saat hujan intensitas tinggi kembali terjadi.

BPBD menyatakan pemantauan tetap dilakukan mengingat hujan ringan masih turun di sebagian wilayah. Forkopimda juga turun langsung ke lokasi untuk memastikan penanganan berjalan sesuai prosedur dan kondisi warga tetap terkendali. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.