Drainase Jalan Sudirman Kediri Diperbesar, Genangan Dibidik Berkurang

oleh -36 Dilihat
oleh
Drainase Jalan Sudirman Kediri Diperbesar, Genangan Dibidik Berkurang
Revitalisasi Jalan Panglima Sudirman Kota Kediri memasuki tahap pembangunan crossing drainase. Saluran drainase diperbesar dari kedalaman efektif sekitar 50 sentimeter menjadi dimensi 2 x 2 meter.
banner 468x60

KEDIRI, Garudasatunews.id – Revitalisasi pedestrian Jalan Panglima Sudirman Kota Kediri memasuki fase krusial dengan dimulainya pekerjaan crossing drainase. Tahapan ini menjadi bagian penting dalam proyek penataan kawasan sekaligus upaya meningkatkan kapasitas sistem pembuangan air guna mengurangi potensi genangan saat curah hujan tinggi.

Pekerjaan crossing drainase difokuskan pada pembongkaran saluran bawah (underdrain) yang selama ini dinilai memiliki kapasitas terbatas. Melalui proyek tersebut, saluran eksisting yang memiliki lebar sekitar dua meter dengan kedalaman efektif tersisa sekitar 50 sentimeter akan ditingkatkan menjadi saluran berukuran 2 meter x 2 meter.

Langkah ini dilakukan untuk mempercepat aliran air menuju Sungai Brantas sekaligus memperkuat sistem drainase di kawasan pusat Kota Kediri yang selama ini menjadi salah satu titik dengan aktivitas lalu lintas dan mobilitas masyarakat yang tinggi.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kediri, I Made Dwi Permana, mengatakan pembangunan crossing drainase bertujuan menghubungkan saluran di sisi timur dan barat Jalan Panglima Sudirman sehingga aliran air dapat mengalir lebih cepat menuju Sungai Brantas.

“Peningkatan kapasitas saluran ini menjadi langkah strategis untuk memperbaiki sistem drainase di kawasan Jalan Sudirman. Dengan dimensi saluran yang lebih besar, kami berharap aliran air menuju Sungai Brantas menjadi lebih lancar sehingga risiko genangan di kawasan ini dapat diminimalkan,” ujarnya.

Dari sisi teknis, proyek ini tidak hanya berfokus pada pelebaran saluran, tetapi juga mempertimbangkan kondisi struktur bangunan yang sudah ada. Karena itu, metode pembongkaran dilakukan secara terukur agar kualitas konstruksi dan elevasi bangunan tetap terjaga.

Menurut I Made, pembongkaran secara bertahap justru berpotensi menyulitkan proses penyambungan kembali struktur yang ada. Oleh sebab itu, metode pekerjaan yang dipilih dirancang untuk menghasilkan konstruksi yang lebih presisi, kuat, dan sesuai standar teknis.

“Pembongkaran dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi struktur eksisting. Apabila dilakukan secara bertahap atau sebagian-sebagian, justru akan menyulitkan proses penyambungan kembali struktur bangunan. Karena itu, metode yang kami gunakan dipilih agar hasil pekerjaan lebih presisi, kuat, dan sesuai dengan standar teknis,” jelasnya.

Dari sudut pandang pengendalian banjir perkotaan, peningkatan dimensi drainase menjadi salah satu strategi penting untuk memperbesar daya tampung dan memperlancar distribusi aliran air ketika terjadi hujan berintensitas tinggi. Kapasitas saluran yang lebih besar diharapkan mampu mengurangi risiko genangan yang selama ini berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat maupun arus lalu lintas di kawasan tersebut.

Pengerjaan crossing drainase ditargetkan selesai pada 18 Agustus 2026. Namun demikian, Pemerintah Kota Kediri membuka kemungkinan ruas Jalan Panglima Sudirman dapat difungsikan lebih cepat apabila seluruh pekerjaan dapat dirampungkan sebelum target waktu yang ditentukan.

Selama proses konstruksi berlangsung, Dinas PUPR bersama Dinas Perhubungan Kota Kediri telah menyiapkan skema pengaturan lalu lintas guna meminimalkan dampak terhadap mobilitas warga. Masyarakat diimbau menggunakan jalur alternatif yang telah disediakan untuk mengurangi kepadatan kendaraan di sekitar area proyek.

Sementara itu, kendaraan roda dua masih dapat melintas melalui jalur khusus yang berada di sisi timur trotoar. Pengaturan arus lalu lintas juga dilakukan secara berkala agar pekerjaan konstruksi tetap berjalan efektif tanpa mengabaikan faktor keselamatan pengguna jalan.

Pemerintah Kota Kediri berharap dukungan masyarakat selama proses revitalisasi berlangsung. Selain mempercantik kawasan pedestrian, proyek ini juga menjadi bagian dari upaya jangka panjang dalam memperkuat infrastruktur perkotaan dan meningkatkan efektivitas sistem pengendalian air di wilayah Jalan Panglima Sudirman dan sekitarnya.

“Kami memohon pengertian masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi selama proses pekerjaan. Peningkatan drainase ini merupakan investasi infrastruktur untuk menciptakan sistem pengendalian air yang lebih baik, sehingga ke depan kawasan Jalan Sudirman dan sekitarnya memiliki daya tampung yang lebih optimal saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi,” pungkasnya.

(Red-Garudasatunews) 

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.