DPRD Desak Modal BTT Dialihkan ke RSUD

oleh -33 Dilihat
oleh
DPRD-Desak-Modal-BTT-Dialihkan-ke-RSUD
Wakil Ketua I DPRD Kota Probolinggo, Abdul Mujib.
banner 468x60

PROBOLINGGO, Garudasatunews.id – Rencana Pemerintah Kota Probolinggo mengalokasikan penyertaan modal sebesar Rp9,8 miliar kepada PT Perseroda Bahari Tanjung Tembaga (BTT) dalam Tahun Anggaran 2027 menuai sorotan DPRD Kota Probolinggo. Kalangan legislatif meminta pemerintah mengkaji ulang kebijakan tersebut karena kinerja Perseroda BTT dinilai belum menunjukkan kontribusi yang sebanding dengan investasi daerah yang telah diberikan. Jum’at (10/07/26).

Sorotan itu disampaikan dalam rapat paripurna pembahasan sosialisasi Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2027.

Wakil Ketua I DPRD Kota Probolinggo, Abdul Mujib, mengungkapkan bahwa pada Tahun Anggaran 2026 pemerintah daerah telah mengucurkan penyertaan modal sebesar Rp6,9 miliar kepada PT Perseroda BTT. Namun hingga kini, menurutnya, perusahaan daerah tersebut belum mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan daerah dan masih mengalami kerugian operasional.

Berdasarkan kondisi tersebut, DPRD meminta agar rencana penyertaan modal sebesar Rp9,8 miliar yang tercantum dalam rancangan KUA-PPAS 2027 dievaluasi kembali. Salah satu usulan yang disampaikan legislatif ialah mengalihkan anggaran tersebut untuk memperkuat pelayanan dan fasilitas di RSUD Kota Probolinggo yang dinilai memiliki potensi lebih besar dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Kami berikan saran agar pembiayaan penyertaan modal lebih baik dialihkan ke rumah sakit (RSUD). Jelas, investasi ke rumah sakit akan mendapatkan pendapatan yang menjadi PAD,” ujar Abdul Mujib saat menyampaikan pandangan fraksi.

Menurut Mujib, penurunan dana transfer dari pemerintah pusat menjadi alasan pemerintah daerah harus lebih selektif dalam menentukan arah investasi melalui APBD. Karena itu, alokasi anggaran dinilai perlu diprioritaskan pada sektor yang memberikan manfaat langsung bagi pelayanan masyarakat sekaligus meningkatkan kapasitas fiskal daerah.

Ia menilai penyertaan modal di RSUD dapat diarahkan untuk pengadaan maupun pembaruan alat kesehatan sehingga mampu meningkatkan kualitas layanan kesehatan dan berdampak terhadap optimalisasi pendapatan rumah sakit.

“Tidak ada ceritanya penyertaan modal alat kesehatan di rumah sakit itu rugi. Sudah jelas akan untung dan menjadi sumber PAD. Sebab, RSUD saat ini masih rendah realisasi PAD-nya karena alat kesehatan yang kurang lengkap,” tegasnya.

Menanggapi pandangan DPRD, Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan, dan Aset Daerah (BPPKAD) Kota Probolinggo, Pujo Agung Satrio, membenarkan bahwa alokasi penyertaan modal sebesar Rp9,8 miliar kepada PT Perseroda BTT memang tercantum dalam dokumen KUA-PPAS Tahun Anggaran 2027.

Namun demikian, Pujo menjelaskan bahwa pencantuman anggaran tersebut merupakan tindak lanjut atas amanat Peraturan Daerah mengenai penyertaan modal yang telah berlaku. Menurutnya, pembahasan bersama DPRD masih akan dilakukan sebelum penetapan anggaran.

“Penyertaan modal itu memang dialokasikan karena merupakan amanah Perda. Tapi nanti dalam pembahasan lebih lanjut tentang KUA-PPAS 2027, kami pasti meminta saran dan masukan DPRD,” kata Pujo.

Pembahasan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2027 diperkirakan masih akan berlanjut. DPRD menyatakan akan mengawal proses pembahasan agar setiap kebijakan penyertaan modal daerah mempertimbangkan efektivitas penggunaan anggaran, manfaat bagi pelayanan publik, serta potensi peningkatan Pendapatan Asli Daerah.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.