Dokumen Haji Aman, Kemenhaj Pastikan Siskohat Terlindungi

oleh -51 Dilihat
oleh
Dokumen Haji Aman, Kemenhaj Pastikan Siskohat Terlindungi
Kemenhaj mengunjungi posko gempa di NTT. [Foto: Kemenhaj]
banner 468x60

NTT, Garudasatunews.id – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memastikan data dan dokumen penting calon jemaah haji di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) tetap aman setelah gempa bumi yang berdampak pada sejumlah fasilitas perkantoran pelayanan haji.

Kemenhaj mengaktifkan skema pelayanan darurat untuk memastikan administrasi, pendataan, serta pembinaan calon jemaah tetap berjalan meski sejumlah kantor mengalami kerusakan. Layanan dialihkan ke posko, tenda darurat, maupun lokasi aman lainnya, sementara pelayanan jarak jauh turut dimaksimalkan.

Sekretaris Jenderal Kemenhaj Teguh Dwi Nugroho menegaskan keselamatan jemaah dan petugas menjadi prioritas. Namun, kondisi bencana tidak boleh memutus hak masyarakat untuk memperoleh pelayanan administrasi haji.

Menurut Teguh, petugas daerah telah diarahkan untuk aktif mendatangi calon jemaah yang berada di pengungsian. Kendala administrasi, termasuk dokumen yang rusak atau hilang akibat gempa, akan ditangani secara fleksibel dan terpadu tanpa membebani jemaah.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah keamanan dokumen fisik di tengah kerusakan sejumlah kantor. Namun, Kemenhaj memastikan data jemaah telah tersinkronisasi secara digital melalui Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat).

Di Kabupaten Manggarai, khususnya wilayah Reo dan Ruteng, pelayanan administrasi tetap diupayakan meski petugas menghadapi gangguan jaringan komunikasi dan pemadaman listrik berkala. Berkas penting, termasuk dokumen pelimpahan porsi calon jemaah dengan estimasi keberangkatan 2027, disebut telah diunggah ke Siskohat sebelum gempa terjadi.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa keberadaan sistem data terpusat menjadi salah satu penyangga penting pelayanan haji ketika fasilitas fisik terdampak bencana. Dengan data yang telah tersimpan secara digital, kerusakan atau hilangnya dokumen fisik tidak serta-merta menghentikan proses administrasi calon jemaah.

Di Kabupaten Nagekeo, pelayanan haji juga tetap berjalan dengan memanfaatkan rumah warga sebagai lokasi pelayanan sementara sembari dilakukan pembersihan kantor sewa yang terdampak gempa. Petugas tetap diminta menerapkan prosedur keselamatan secara ketat untuk mengantisipasi kemungkinan gempa susulan.

Kemenhaj mengimbau calon jemaah haji di Flores dan wilayah sekitarnya agar mengikuti informasi resmi dari kantor Kemenhaj kabupaten/kota setempat. Masyarakat juga diminta mengutamakan keselamatan diri dan keluarga selama masa tanggap darurat.

Dengan skema pelayanan darurat dan pencadangan data melalui Siskohat, Kemenhaj berupaya memastikan bencana tidak berubah menjadi hambatan baru bagi hak calon jemaah untuk mendapatkan pelayanan administrasi haji.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.