DKPP Sumenep Temukan Kasus Penyakit ‘Orf’ pada Hewan Kurban, Pedagang Diminta Isolasi Ternak

oleh -37 Dilihat
oleh
banner 468x60

 

​SUMENEP, Garudasatunews.id – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep memperketat pengawasan kesehatan hewan menjelang Hari Raya Iduladha.
Dalam sidak terbaru di sejumlah lapak pedagang, petugas menemukan tiga ekor kambing kurban yang terjangkit penyakit kulit menular jenis Orf (Echtyma Contagiosa) atau yang biasa dikenal warga lokal sebagai bengoran.

​Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Sumenep, Drh. Zulfah, menjelaskan bahwa Orf merupakan penyakit kulit pada kambing dan domba yang disebabkan oleh virus. Penyakit ini memiliki tingkat penularan yang cukup tinggi antar-hewan.

​”Gejala klinis Orf ditandai dengan munculnya keropeng atau luka di sekitar kulit bibir ternak. Karena sifatnya yang menular, kami meminta pedagang segera memisahkan hewan yang bergejala dan tidak menjualnya terlebih dahulu,” ujar Drh. Zulfah, Rabu (20/06/2026).

​Meski menular, Drh. Zulfah mengimbau masyarakat dan peternak untuk tidak panik. Proses penyembuhan penyakit ini relatif mudah dan cepat. Salah satu penanganan tradisional yang efektif adalah dengan menyemprotkan larutan teh dan garam pada area bibir ternak yang terinfeksi.

​Secara keseluruhan, DKPP memastikan persediaan hewan kurban di Sumenep dalam kondisi aman.

“Dari hasil pemantauan, hanya ditemukan tiga ekor kambing yang bergejala Orf. Sementara hewan kurban lainnya di lapak tersebut dipastikan dalam kondisi sehat, prima, dan layak konsumsi,” pungkasnya.

 

​SUMENEP, Garudasatunews.id – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep memperketat pengawasan kesehatan hewan menjelang Hari Raya Iduladha.

Dalam sidak terbaru di sejumlah lapak pedagang, petugas menemukan tiga ekor kambing kurban yang terjangkit penyakit kulit menular jenis Orf (Echtyma Contagiosa) atau yang biasa dikenal warga lokal sebagai bengoran.

 

​Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Sumenep, Drh. Zulfah, menjelaskan bahwa Orf merupakan penyakit kulit pada kambing dan domba yang disebabkan oleh virus. Penyakit ini memiliki tingkat penularan yang cukup tinggi antar-hewan.

 

​”Gejala klinis Orf ditandai dengan munculnya keropeng atau luka di sekitar kulit bibir ternak. Karena sifatnya yang menular, kami meminta pedagang segera memisahkan hewan yang bergejala dan tidak menjualnya terlebih dahulu,” ujar Drh. Zulfah, Rabu (20/06/2026).

 

​Meski menular, Drh. Zulfah mengimbau masyarakat dan peternak untuk tidak panik. Proses penyembuhan penyakit ini relatif mudah dan cepat. Salah satu penanganan tradisional yang efektif adalah dengan menyemprotkan larutan teh dan garam pada area bibir ternak yang terinfeksi.

 

​Secara keseluruhan, DKPP memastikan persediaan hewan kurban di Sumenep dalam kondisi aman.

 

“Dari hasil pemantauan, hanya ditemukan tiga ekor kambing yang bergejala Orf. Sementara hewan kurban lainnya di lapak tersebut dipastikan dalam kondisi sehat, prima, dan layak konsumsi,” pungkasnya.(adc)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.