DISTRIBUSI BANTUAN AIR BERSIH DI TLANAKAN PAMEKASAN DIKELUHKAN TAK MERATA

oleh -30 Dilihat
oleh
banner 468x60

IMG-20260929-WA0017

​PAMEKASAN, Garudasatunews.id — Penyaluran bantuan air bersih di Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, dinilai belum merata. Sejumlah warga mengeluhkan sulitnya mengakses bantuan tersebut lantaran kuota air kerap habis sebelum seluruh masyarakat terdampak terlayani di tengah tingginya kebutuhan musim kemarau.

​Salah seorang warga Tlanakan, Endang, mengungkapkan bahwa ia bersama beberapa tetangganya kerap gigit jari saat bantuan air bersih tiba, baik dari pemerintah maupun komunitas masyarakat. Keterbatasan stok dan tingginya antusiasme warga menjadi pemicu utama cepatnya pasokan air habis.
​“Di wilayah kami sering tidak kebagian karena penampungan air langsung diserbu warga. Saat saya tiba, pasokan sudah habis sehingga kami terpaksa meminta air ke sumur di desa tetangga,” ujar Endang, dilansir Kabar Madura Selasa (29/9/2026).

​Selain keterbatasan pasokan, Endang menyoroti belum tertatanya mekanisme pembagian. Ia menduga ada indikasi pengambilan berlebihan oleh oknum warga tertentu, serta warga yang memiliki saluran air mandiri (PDAM) yang tetap ikut mengantre.
​“Ada yang membawa hingga tiga galon lebih, padahal kebutuhannya tidak sebanyak itu. Bahkan warga yang berlangganan PDAM juga ada yang ikut mengambil bantuan,” tambahnya.

​Ia berharap pihak terkait dapat memperketat pengawasan dan membuat regulasi pembagian agar bantuan tepat sasaran kepada warga yang paling membutuhkan.

​Menanggapi hal tersebut, perangkat desa setempat, Mansor, menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan penanganan dan berjanji akan segera mengevaluasi mekanisme distribusi air bersih.
​“Saya memohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Kami akan segera mengevaluasi pola penyaluran agar pada tahap berikutnya bantuan benar-benar menjangkau warga yang membutuhkan,” kata Mansor.

​Mansor juga mengimbau masyarakat untuk bijak mengonsumsi air selama kemarau, serta meminta warga yang masih memiliki akses air memadai untuk mendahulukan tetangga yang terdampak kekeringan. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.