Diskon Tol Jelang Arus Balik, Efektif Redam Macet?

oleh -19 Dilihat
oleh
Diskon Tol Jelang Arus Balik, Efektif Redam Macet
Ruas Tol Jombang–Mojokerto. [Foto : ist]
banner 468x60

MOJOKERTO, Garudasatunews.id – Kebijakan diskon tarif tol di ruas Jombang–Mojokerto menjelang puncak arus balik Lebaran 2026 memunculkan pertanyaan soal efektivitasnya dalam meredam lonjakan kendaraan yang tercatat meningkat tajam dalam beberapa hari terakhir.

Program yang diterapkan oleh ASTRA Infra ini berlaku selama dua hari, mulai 26 hingga 27 Maret 2026. Langkah tersebut diklaim sebagai strategi untuk mendistribusikan arus lalu lintas agar tidak menumpuk pada waktu tertentu.

Namun data internal menunjukkan lonjakan signifikan sudah terjadi. Pada H+2 Lebaran, sekitar 92 ribu kendaraan melintas di ruas tersebut, meningkat hingga 267,76 persen dibandingkan volume harian normal. Angka ini juga naik 9,55 persen dibanding periode Lebaran tahun sebelumnya, menandakan tren peningkatan mobilitas yang terus berulang.

Lonjakan volume ini menimbulkan keraguan apakah insentif tarif mampu mengurai kepadatan secara signifikan, mengingat pola perjalanan pemudik cenderung terkonsentrasi pada waktu tertentu yang sulit diubah hanya dengan kebijakan harga.

Pihak operator tol mengimbau pengguna jalan untuk tetap mengutamakan keselamatan, termasuk tidak menyalahgunakan bahu jalan kecuali dalam kondisi darurat. Imbauan ini sekaligus mengindikasikan potensi kepadatan tinggi yang dapat memicu pelanggaran di lapangan.

Pengendara juga diminta memahami prosedur darurat, seperti penggunaan lampu hazard, pemasangan segitiga pengaman, serta menghubungi layanan bantuan resmi saat terjadi kendala. Hal ini menunjukkan kesiapsiagaan tetap menjadi faktor krusial di tengah lonjakan arus kendaraan.

Selain itu, pengguna jalan dianjurkan beristirahat secara berkala di rest area atau keluar tol jika fasilitas penuh. Kondisi rest area yang kerap overload saat arus balik menjadi salah satu titik rawan yang belum sepenuhnya teratasi.

Kebijakan diskon tarif ini dinilai sebagai langkah taktis jangka pendek. Namun tanpa pengaturan arus yang lebih komprehensif dan berbasis data real-time, potensi kemacetan di puncak arus balik tetap menjadi ancaman utama.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.