Dindik Jatim Desak PTKK Upgrade Mesin Industri

oleh -23 Dilihat
oleh
Dindik Jatim Desak PTKK Upgrade Mesin Industri
Kepala Dindik Jatim Aries Agung Paewai saat meninjau langsung pelatihan teknik bagi 60 siswa SMK di UPT PTKK
banner 468x60

SURABAYA, Garudasatunews.id – Dinas Pendidikan Jawa Timur mendorong Unit Pelaksana Teknis Pengembangan Teknik dan Keterampilan Kerja (UPT PTKK) melakukan pembaruan fasilitas dan metode pelatihan guna menjawab tuntutan industri modern yang terus berkembang.

Dorongan itu disampaikan menyusul masih ditemukannya keterbatasan alat praktik dan teknologi permesinan di sejumlah SMK di Jawa Timur. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menciptakan kesenjangan kompetensi lulusan dengan kebutuhan riil dunia industri.

Kepala Dindik Jatim, Aries Agung Paewai, menegaskan UPT PTKK harus memiliki standar fasilitas lebih unggul dibanding sekolah agar pelatihan benar-benar memberi nilai tambah bagi siswa.

“Apa yang didapatkan di sekolah bisa dipadukan di tempat PTKK ini,” ujar Aries saat meninjau pelatihan teknik bagi 60 siswa SMK, Senin (25/5/2026).

Menurutnya, keberadaan mesin industri modern dan perangkat praktik yang lebih lengkap menjadi kebutuhan mendesak untuk meningkatkan kesiapan lulusan SMK menghadapi persaingan kerja.

“Jangan sampai tempat ini tidak ada bedanya dengan lingkungan sekolah. Harus ada kelebihan dari proses yang mereka alami di UPT PTKK ini,” tegasnya.

Selain menyoroti fasilitas, Dindik Jatim juga mengevaluasi kualitas pola pengajaran dalam pelatihan. Para siswa dilatih langsung oleh instruktur praktisi lapangan agar memahami kultur dan standar kerja industri sesungguhnya.

Instruktur Teknik Mesin Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Sajidin, mengatakan materi pelatihan diberikan secara intensif selama enam hari, mulai dari penguasaan piranti lunak hingga pengoperasian mesin bubut industri.

“Materi ini untuk pemahaman dasar bagi para peserta pelatihan,” jelasnya.

Ia menilai perkembangan teknologi industri berlangsung sangat cepat sehingga proses pembelajaran vokasi tidak boleh berjalan stagnan.

“Kalau kebutuhan industri, keilmuan ini akan terus berkembang dan butuh waktu cukup panjang,” tambah Sajidin.

Salah satu peserta pelatihan, Rendy Septia Ramadhani, mengaku memperoleh pengalaman praktik yang tidak sepenuhnya didapat di sekolah.

Siswa kelas XI SMKN 1 Kota Madiun itu menyebut pelatihan memberikan pemahaman lebih rinci terkait fungsi mesin, proses pengoperasian, hingga tahapan eksekusi pekerjaan industri.

“Kalau di sekolah memang baru diajarkan dasar-dasarnya saja,” ungkap Rendy.

Dalam program tersebut, setiap peserta diwajibkan menyelesaikan proyek mandiri sebagai bagian evaluasi keterampilan praktik dan kesiapan kerja.

Rendy mengaku kemampuan tambahan dari pelatihan itu akan menjadi bekal saat mengikuti program magang pengendalian kualitas di PT INKA selama enam bulan mendatang.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.