Diabetes Jadi Titik Balik Lidia Bawa Koffiku ke Pasar Global

oleh -49 Dilihat
oleh
Diabetes Jadi Titik Balik Lidia Bawa Koffiku ke Pasar Global
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berbincang dengan Lidia Silvi Listio, founder Koffiku saat Misi Dagang Jatim-Hong Kong.
banner 468x60

SURABAYA, Garudasatunews.id – Pengalaman hidup dengan diabetes menjadi titik balik bagi Lidia Silvi Listio dalam mengembangkan Koffiku, produk kopi instan tanpa gula dan tanpa ampas yang kini mulai menembus pasar luar negeri. Produk yang lahir dari kebutuhan pribadi tersebut telah dipasarkan ke Malaysia, Korea Selatan, dan Jepang, terutama untuk memenuhi kebutuhan diaspora Indonesia.

Koffiku dikembangkan di bawah CV Freysea Indo Citra, perusahaan yang berbasis di Surabaya dan berdiri sejak 2018. Lidia yang menjadi pendiri sekaligus CEO perusahaan tersebut mengembangkan kopi instan dengan konsep praktis, tanpa gula, serta menggunakan biji kopi Nusantara yang didominasi dari Jawa dan Sumatra.

Latar belakang pengembangan produk tersebut tidak terlepas dari pengalaman Lidia ketika masih bekerja sebagai karyawan. Kebiasaannya mengonsumsi kopi sachet dengan rasa manis membuatnya mencari alternatif agar tetap dapat menikmati kopi tanpa tambahan gula.

Dari kebutuhan tersebut, Koffiku kemudian dikembangkan menjadi produk kopi hitam instan yang diproses menggunakan teknologi ekstraksi dan pengeringan khusus. Produk tersebut dirancang tanpa ampas dan tanpa tambahan gula.

Saat ini Koffiku memiliki sejumlah varian kopi hitam instan, antara lain Robusta, Blend, Arabika, Arabika Gold, dan Robusta Agglomerated. Selain itu tersedia varian kopi mix seperti Cappuccino, Almond Latte, Caramel Latte, Hazelnut Latte, Vanilla Latte, serta Kopi Susu 2 in 1.

Perkembangan usaha tidak hanya berlangsung di pasar domestik. Produk Koffiku disebut telah menjangkau konsumen di berbagai wilayah Indonesia, sementara pasar luar negeri mulai dibuka melalui pengiriman ke Malaysia, Korea Selatan, dan Jepang.

Langkah menuju pasar global juga diperkuat melalui partisipasi Koffiku dalam Trade Expo Indonesia 2025 dengan fasilitasi PT Pertamina. Momentum tersebut dimanfaatkan untuk memperluas jaringan bisnis sekaligus memperkenalkan produk kopi instan kepada calon mitra dari berbagai negara.

Di dalam negeri, Koffiku juga terus memperluas pasar. Produk tersebut telah dipasarkan melalui berbagai kanal dan disebut memasok sejumlah supermarket serta minimarket. Perusahaan juga mendapatkan pendampingan untuk pengembangan pasar internasional dari Bank Indonesia Jawa Timur.

Perjalanan Koffiku turut diwarnai sejumlah pencapaian. Pada 2024, usaha tersebut masuk 350 Besar UMKM Pertamina tingkat nasional dan 40 Besar Indonesian Food Innovation. Setahun kemudian, Koffiku masuk 150 Besar Pengusaha Muda Brilian by BRI serta 20 Besar Food Startup Indonesia.

Kehadiran Koffiku juga menunjukkan bagaimana pengalaman pribadi dapat mendorong pengembangan produk UMKM dengan ceruk pasar tertentu. Namun, klaim mengenai manfaat produk bagi penderita diabetes tetap perlu ditempatkan secara proporsional. Produk tanpa gula tidak serta-merta berarti semua konsumen dengan diabetes dapat mengonsumsinya tanpa mempertimbangkan kondisi kesehatan dan kebutuhan masing-masing.

Dari Surabaya, Lidia kini membawa Koffiku tidak sekadar sebagai produk kopi instan, tetapi sebagai bagian dari upaya memperluas nilai tambah kopi Nusantara melalui inovasi produk dan akses pasar internasional. Perusahaan menyatakan sejumlah legalitas usaha telah dimiliki, sementara proses registrasi BPOM masih berjalan.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.