
Tulungagung,garudasatunews.id — Pagi ini, hamparan sawah di Desa Sukodono, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Tulungagung, dipenuhi suara khas mesin traktor yang memecah kesunyian, Sabtu (9/5/2026). Tanah mulai dibalik, lumpur menghampar, menandai dimulainya persiapan musim tanam baru.
Di tengah aktivitas para petani, tampak Babinsa Sukodono Serka Harianto yang turun langsung ke area persawahan. Ia mendampingi petani dari Kelompok Tani Marsudi Luhur mengolah lahan sawah milik warga binaannya.
Dengan memanfaatkan hand tractor, proses pembajakan lahan dilakukan sebagai langkah awal sebelum memasuki masa tanam.
Bagi masyarakat setempat, kehadiran Babinsa di sawah bukan lagi hal baru. Namun, keterlibatan langsung itu selalu memberi suntikan semangat tersendiri bagi para petani.
Tak sekadar hadir membantu, Serka Harianto ikut memastikan proses pengolahan lahan berjalan lancar. Menurutnya, pengolahan tanah yang optimal menjadi fondasi penting untuk menghasilkan panen yang baik.
“Pendampingan ini merupakan bentuk kepedulian kami kepada petani. Kami ingin mereka tetap semangat dalam mengelola lahannya, karena pertanian adalah sektor penting yang menopang kehidupan warga di Desa Sukodono,” katanya di sela kegiatan.
Ia menjelaskan, penggunaan alat modern seperti hand tractor sangat membantu petani, terutama dalam mempercepat pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan tenaga dan waktu lebih banyak.
Dengan alat tersebut, lahan dapat diolah lebih cepat dan merata, sehingga petani bisa segera melanjutkan tahapan tanam berikutnya.
“Sekarang pekerjaan lebih efektif dan efisien. Harapannya tentu hasil produksi pertanian juga meningkat,” ujarnya.
Melalui langkah sederhana seperti turun ke sawah, membantu pembajakan, hingga memberi motivasi kepada petani, Babinsa hadir sebagai bagian dari solusi atas berbagai tantangan di sektor pertanian.
Serka Harianto berharap, upaya pendampingan yang terus dilakukan dapat berdampak pada meningkatnya kesejahteraan petani di wilayah binaannya.
“Kami ingin petani semakin maju, hasil panennya melimpah, dan kesejahteraan keluarganya ikut meningkat. Ketahanan pangan nasional dimulai dari petani yang kuat dan sejahtera,” pungkasnya.(Diva)













