Dhito Intervensi Kasus Tiga Yatim Kediri

oleh -33 Dilihat
oleh
Dhito Intervensi Kasus Tiga Yatim Kediri
Mas Dhito saat menjenguk tiga anak yatim di Kandat, Kamis (7/5/2026)
banner 468x60

KEDIRI, Garudasatunews.id – Kondisi memprihatinkan tiga anak yatim di Dusun Kandat, Desa Kandat, Kecamatan Kandat, Kediri, membuka fakta lemahnya perlindungan sosial terhadap anak pasca kehilangan orang tua. Kasus ini mencuat setelah Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, turun langsung meninjau kondisi keluarga tersebut, Kamis (7/5/2026).

Tiga bersaudara, Arvino (7) serta Arcelio dan Arsenio (2), kini hidup dalam pengasuhan nenek mereka, Sholikah (50), setelah ibu mereka meninggal dunia pada April lalu. Sementara itu, ayah kandung ketiganya diduga meninggalkan tanggung jawab tanpa kejelasan, memperburuk kondisi sosial-ekonomi keluarga.

Dalam keterangan yang dihimpun di lokasi, Sholikah mengaku tidak pernah mendapatkan komunikasi maupun dukungan dari menantunya sejak kepergian putrinya. Kondisi ini memunculkan dugaan penelantaran anak yang seharusnya menjadi perhatian aparat terkait.

Untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti susu dan kebutuhan balita, Sholikah hanya mengandalkan usaha penggilingan bumbu dan bahan dapur dengan penghasilan tidak tetap, berkisar Rp20 ribu per hari. Pendapatan tambahan dari produksi makanan rumahan pun tidak mampu menutup kebutuhan harian secara layak.

Fakta di lapangan menunjukkan keluarga ini hidup dalam keterbatasan serius, termasuk kondisi rumah yang tidak layak huni dengan sejumlah bagian rusak yang berpotensi membahayakan keselamatan penghuni, terutama anak-anak.

Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Kediri menyatakan akan melakukan intervensi melalui program bantuan pendidikan, pemberdayaan ekonomi, hingga perbaikan rumah. Langkah ini dinilai sebagai respons cepat pemerintah daerah, namun sekaligus menegaskan adanya celah dalam sistem deteksi dini kesejahteraan sosial di tingkat lokal.

Untuk pendidikan, anak sulung direncanakan akan difasilitasi masuk program sekolah berbasis bantuan pemerintah. Sementara itu, pemerintah daerah juga menyiapkan dukungan alat usaha dan pelatihan guna meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga.

Selain itu, perbaikan rumah menjadi prioritas setelah ditemukan kondisi bangunan yang tidak memenuhi standar kelayakan hunian, terutama dalam menghadapi cuaca ekstrem.

Kasus ini menjadi sorotan publik karena mencerminkan kerentanan keluarga miskin yang belum sepenuhnya terjangkau sistem perlindungan sosial, serta pentingnya pengawasan terhadap tanggung jawab orang tua terhadap anak.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.