Destana Jatim Digenjot, Warga Desa Disiapkan Hadapi Bencana

oleh -27 Dilihat
oleh
Destana Jatim Digenjot, Warga Desa Disiapkan Hadapi Bencana
Para peserta menerima kaus Destana saat pembentukan Desa Tangguh Bencana
banner 468x60

SURABAYA, Garudasatunews.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur kembali menggencarkan program pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana) di 38 kabupaten/kota sepanjang 2026. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat desa menghadapi ancaman bencana yang terus meningkat di sejumlah wilayah rawan di Jawa Timur.

Program pembentukan Destana tahap awal difokuskan di kawasan Mataraman, meliputi Kabupaten Tulungagung, Magetan, Trenggalek, Kabupaten Madiun, hingga Kota Madiun. BPBD Jatim menilai penguatan kapasitas masyarakat menjadi faktor krusial dalam meminimalkan risiko korban saat terjadi bencana.

Di Kabupaten Tulungagung, pembentukan Destana dipusatkan di Desa Panjerejo, Kecamatan Rejotangan. Sementara di Kabupaten Magetan, kegiatan serupa berlangsung di Desa Jabung, Kecamatan Panekan.

Kegiatan yang digelar Selasa (5/5/2026) tersebut dihadiri Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Jatim Deni Kiki Melia Tamara, Kabid Kedaruratan dan Logistik Satriyo Nurseno, serta fasilitator Desa Tangguh Bencana dari Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Jawa Timur.

Turut hadir Sekretaris BPBD Kabupaten Tulungagung M. Fairuza Al Hida, Plh Kalaksa BPBD Magetan Suparman, unsur Forkopimcam, hingga kepala desa di masing-masing wilayah lokasi pembentukan Destana.

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Jatim Deni Kiki Melia Tamara menegaskan, program Destana merupakan langkah konkret pemerintah daerah untuk membangun sistem kesiapsiagaan berbasis masyarakat hingga tingkat desa.

“Sebagaimana arahan Ibu Gubernur melalui Bapak Kalaksa BPBD Jatim, kesiapsiagaan menjadi prioritas utama di setiap lapisan masyarakat. Destana menjadi bentuk nyata penguatan masyarakat agar siap siaga, tanggap, dan tangguh menghadapi ancaman bencana,” ujarnya.

BPBD Jatim menilai masih banyak desa yang memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap potensi bencana alam, mulai banjir, longsor, angin kencang hingga kekeringan. Karena itu, pembentukan Destana diarahkan agar masyarakat mampu mengenali ancaman, memahami prosedur darurat, hingga melakukan pemulihan mandiri pascabencana.

Selain Tulungagung dan Magetan, pembentukan Destana juga dilakukan di Desa Timahan, Kecamatan Kampak, Kabupaten Trenggalek, Desa Nglanduk, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, serta Kelurahan Patihan, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun.

Program kemudian berlanjut pada Selasa (12/5/2026) di Desa Genaharjo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban. Kegiatan tersebut dihadiri Kabid PK BPBD Jatim Deni Kiki Melia Tamara, Kalaksa BPBD Tuban Sudarmaji, Forkopimcam, Kepala Desa Genaharjo Rudiyanto, serta fasilitator FPRB Jatim.

Sehari berikutnya, Rabu (13/5/2026), BPBD Jatim kembali membentuk Destana di Desa Tembeling, Kecamatan Kasiman, Kabupaten Bojonegoro.

Tidak hanya fokus pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia, setiap pembentukan Destana juga dibarengi pemberian 100 bibit pohon produktif kepada masyarakat. Bibit yang disalurkan meliputi durian, alpukat, kelengkeng, dan jambu air.

BPBD Jatim menyebut bantuan vegetatif tersebut tidak hanya berfungsi sebagai mitigasi lingkungan untuk mengurangi risiko bencana, tetapi juga diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat desa.

Dalam pelaksanaannya, peserta Destana mendapatkan berbagai materi teknis, mulai dari pengenalan konsep Desa Tangguh Bencana, kajian risiko bencana, penyusunan rencana penanggulangan bencana, rencana aksi komunitas, SOP peringatan dini, SOP evakuasi, rencana kontingensi, pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD), hingga pembentukan Forum Pengurangan Risiko Bencana tingkat desa.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.