MOJOKERTO, Garudasatunews.id – Puluhan bendera negara peserta Piala Dunia 2026 terpasang di sepanjang ruas jalan Desa Medali, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. Inisiatif warga tersebut menjadi bentuk partisipasi masyarakat dalam menyambut ajang sepak bola terbesar di dunia yang berlangsung mulai 11 Juni hingga 19 Juli 2026.
Tidak hanya memasang bendera, warga juga membentangkan spanduk berisi ajakan menyaksikan pertandingan Piala Dunia 2026 secara bersama-sama. Spanduk yang terpasang di salah satu pintu masuk lingkungan desa itu bertuliskan ajakan menjaga semangat persatuan melalui kegiatan menonton sepak bola.
Pantauan di lokasi menunjukkan keterlibatan berbagai elemen masyarakat dalam pemasangan atribut tersebut. Sejumlah pemuda hingga warga lanjut usia tampak bergotong royong memasang bendera dan spanduk sebagai simbol antusiasme menyambut turnamen yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Selain menghias lingkungan desa, warga juga menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) pertandingan Piala Dunia 2026 di kediaman Ketua RT 16 Dusun Pesantren, Desa Medali. Sebuah televisi layar besar ditempatkan di teras rumah agar dapat dinikmati masyarakat secara bersama-sama.
Lokasi nobar tersebut dinilai strategis karena berada di area yang menyediakan berbagai makanan ringan dan minuman bagi warga yang mengikuti jalannya pertandingan. Meskipun sejumlah laga berlangsung pada jam yang berpotensi berbenturan dengan aktivitas pekerjaan, antusiasme masyarakat untuk hadir tetap terlihat tinggi.
Koordinator kegiatan warga, Basir (49), mengatakan bahwa tingginya minat masyarakat terhadap sepak bola menjadi faktor utama yang mendorong warga ikut menyemarakkan perhelatan Piala Dunia 2026.
“Walaupun Indonesia tidak menjadi peserta maupun tuan rumah, antusiasme warga tetap tinggi karena masyarakat Indonesia sangat mencintai sepak bola,” ujar Basir, Sabtu (13/6/2026).
Menurutnya, pemasangan bendera negara peserta dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap penyelenggaraan turnamen sekaligus mempererat kebersamaan antarwarga. Ia menegaskan perbedaan dukungan terhadap tim nasional tertentu tidak memengaruhi kekompakan masyarakat di lingkungannya.
Basir menyebut warga berkomitmen menggelar nobar hingga berakhirnya kompetisi. Ia berharap semangat olahraga dapat menjadi sarana memperkuat persatuan di tengah masyarakat.
Selain itu, ia mengaku menjagokan Tim Nasional Spanyol pada edisi kali ini. Basir juga berharap Indonesia pada masa mendatang dapat tampil sebagai peserta sekaligus memiliki kesempatan menjadi tuan rumah ajang sepak bola dunia tersebut.
Sementara itu, Kepala Desa Medali, Miftahuddin, mengapresiasi kekompakan warga dalam menyambut Piala Dunia 2026. Menurutnya, kegiatan tersebut mencerminkan tingginya semangat kebersamaan dan kerukunan masyarakat desa.
“Antusiasme warga menunjukkan bahwa masyarakat tetap kompak, rukun, dan mampu bersatu dalam kegiatan positif. Harapannya kebersamaan ini terus terjaga untuk kemaslahatan bersama,” kata Miftahuddin.
Berdasarkan informasi penyelenggara, Piala Dunia 2026 berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026 dan menjadi edisi pertama yang digelar di tiga negara sekaligus, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Sebanyak 16 kota ditetapkan sebagai tuan rumah pertandingan yang tersebar di ketiga negara tersebut.
(Red-Garudasatunews)














