Dekranasda Bojonegoro Bidik Pasar Ekspor Produk Kriya

oleh -18 Dilihat
oleh
Dekranasda Bojonegoro Bidik Pasar Ekspor Produk Kriya
Cantika Wahono saat hadiri pembukaan Kriyanusa 2026 di Jakarta (foto:ist)
banner 468x60

BOJONEGORO, Garudasatunews.id – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Bojonegoro terus mendorong produk kriya dan kerajinan lokal agar mampu menembus pasar internasional. Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi memperkuat daya saing pelaku industri kecil dan menengah (IKM), sekaligus membawa produk khas Bojonegoro ke pasar global.

Ketua Dekranasda Kabupaten Bojonegoro, Cantika Wahono, menegaskan pentingnya peningkatan kualitas, inovasi, desain, serta kemampuan pelaku usaha membaca kebutuhan pasar internasional. Menurutnya, persaingan produk lokal kini tidak hanya terjadi antardaerah, tetapi juga berhadapan langsung dengan produk dari berbagai negara.

Langkah menuju pasar ekspor tidak dilakukan secara instan. Dekranasda Bojonegoro telah menjalankan sejumlah program pembinaan, mulai dari kurasi produk, penguatan branding, peningkatan kualitas kemasan, pemasaran digital hingga perluasan akses pasar melalui berbagai pameran.

Dekranasda juga telah menyusun roadmap pengembangan IKM selama lima tahun. Setelah pada 2025 diarahkan pada pembangunan fondasi, identifikasi produk unggulan dan penguatan branding, agenda 2026 difokuskan pada peningkatan kualitas produk dan sumber daya manusia. Target ekspor produk unggulan Bojonegoro diproyeksikan terealisasi pada 2028.

Cantika menyebut peluang pasar global terbuka apabila produk lokal mampu memenuhi standar yang dibutuhkan konsumen internasional. Karena itu, aspek detail produk, desain, inovasi dan strategi pemasaran menjadi bagian penting yang harus terus diperkuat.

Tidak hanya batik dan wastra, potensi kriya Bojonegoro juga mencakup kerajinan berbahan kayu jati. Sejumlah perajin lokal bahkan telah memiliki pengalaman menjangkau pasar luar negeri. Produk berbahan limbah kayu jati dari perajin Bojonegoro, misalnya, sebelumnya dilaporkan telah dipasarkan hingga Eropa, Amerika, Asia dan Afrika.

Di sektor wastra, Dekranasda juga mengembangkan motif yang mengangkat identitas lokal, seperti daun jati, salak, padi, serta ikon wisata Bojonegoro. Pengembangan tersebut diperkuat melalui pelatihan generasi muda, lomba desain dan motif, serta penyelenggaraan Bojonegoro Wastra Batik Festival.

Upaya memperluas pasar turut dilakukan melalui keterlibatan dalam pameran nasional. Dalam Kriyanusa 2026 di Jakarta, Cantika menyampaikan bahwa produk-produk perajin Bojonegoro telah melalui berbagai kegiatan kurasi dan diarahkan untuk membuka peluang pasar global. Pameran tersebut berlangsung 26–30 September 2026 dan menghadirkan ratusan booth kerajinan dari berbagai daerah.

Dari perspektif pengembangan ekonomi daerah, perluasan pasar ekspor tidak hanya menyangkut peningkatan penjualan produk. Konsistensi kualitas, kapasitas produksi, legalitas, perlindungan karya, tata kelola usaha, serta kemampuan memenuhi standar pasar internasional menjadi faktor yang menentukan keberlanjutan usaha perajin.

Dekranasda Bojonegoro juga menggandeng perguruan tinggi untuk memperkuat pendampingan IKM. Kolaborasi dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang diarahkan untuk membantu pelaku usaha meningkatkan kapasitas bisnis dan kesiapan menghadapi kebutuhan pasar global.

Dengan berbagai langkah tersebut, produk kriya Bojonegoro diarahkan tidak berhenti sebagai produk lokal, tetapi memiliki nilai tambah, identitas budaya dan daya saing untuk memasuki pasar nasional hingga internasional.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.